ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Buku Pilihan lihat semua
Ilmu Logam...
Teknologi
Rp. 64.000
Teknologi Hasil Ternak...
Teknologi
Rp. 105.000
Kamus Kehutanan...
Kehutanan
Rp. 150.000
Sifat Mekanis Kayu...
Kehutanan
Rp. 95.000
Produksi Bersih...
Kehutanan
Rp. 59.000
Sagu di Lahan Gambut...
Kehutanan
Rp. 55.000
Interpretasi Alam...
Kehutanan
Rp. 30.000
Jamur Berkhasiat Obat...
Kesehatan
Rp. 35.000
Out of Shadow...
Kesehatan
Rp. 59.000
Sosiologi Kesehatan...
Kesehatan
Rp. 55.000
Atlas of Normal Radiography...
Kedokteran Hewan
Rp. 270.000
Go Global Reputation...
Keluarga
Rp. 100.000
Commuter Marriage...
Keluarga
Rp. 55.000
Syariah Islamiyah...
Agama Islam
Rp. 70.000
Islam Apa Adanya...
Agama Islam
Rp. 39.000
Baranangsiang...
Biografi
Rp. 140.000
Pengantar Peluang...
Statistika
Rp. 69.000
Aplikasi Metode SEM-PLS...
Matematika
Rp. 95.000
Pengantar Peluang...
Matematika
Rp. 69.000
Matematika untuk fisika...
Matematika
Rp. 69.000
Pengantar Teori Peluang...
Matematika
Rp. 40.000
Haji Ramah Lingkungan...
Lingkungan
Rp. 55.000
Ekotoksikologi Akuatik...
Lingkungan
Rp. 77.000
Fisika Komputasi...
Fisika
Rp. 60.000
EKOLOGI PAPUA...
Biologi
Rp. 135.000
Biokimia Fisik...
Biologi
Rp. 120.000
Monitoring dan Evaluasi...
Komunikasi
Rp. 55.000
DEMOKRASI DALAM CERMIN...
Sosial & Politik
Rp. 80.000
ASEAN Di Persimpangan Sejarah...
Sosial & Politik
Rp. 55.000
Asas Moral Politik...
Sosial & Politik
Rp. 70.000
Krisis Kebebasan...
Filsafat
Rp. 65.000
Diplomasi Parlemen...
Sosial
Rp. 120.000
Orang Serampas...
Sosial
Rp. 90.000
Data Desa Presisi...
Sosial
Rp. 65.000
Jejak Mimpi anak Negeri...
Pendidikan
Rp. 60.000
Jejak Inspirasi...
Pendidikan
Rp. 47.000
Daun-Daun Berserakan...
Pendidikan
Rp. 135.000
Kratos Minus Demos...
Politik
Rp. 80.000
Malam...
Sastra
Rp. 25.000
Jiwa-Jiwa Mati...
Sastra
Rp. 85.000
Empat Kepak Sayap...
Sastra
Rp. 90.000
Candide...
Sastra
Rp. 65.000
Calon Arang...
Sastra
Rp. 95.000
Bujang Tan Domang...
Sastra
Rp. 85.000
Budaya Minum di Indonesia...
Antropologi
Rp. 195.000
Kain Cinta Tanpa Batas...
Antropologi
Rp. 70.000
Lion Bird...
Anak-Anak
Rp. 35.000
Bird Tree...
Anak-Anak
Rp. 55.000
Kisah Sosiologi...
Sosiologi
Rp. 87.000
Merchandise lihat semua
Jasa Penerbitan lihat semua

IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi. Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.

Pendidikan
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
Buku ini disusun sebagai panduan praktis penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor. Selain format fisik yang diseragamkan untuk diikuti, disampaikan juga bentuk karya ilmiah di lingkungan Fateta-IPB dan sistematika penulisannya, sistem pengacuan sumber yang dipakai, serta contoh praktis format penulisan.
Rp 34.000 
Detail
Pendidikan
Pendidikan Tinggi Pertanian dalam Pembangunan Bangsa
Sesuai dengan judulnya, di dalam buku ini banyak dibahas tentang berbagai hal terkait dengan kemana pendidikan tinggi pertanian harus diarahkan, tantangan masa depan dan potensi yang dimiliki Indonesia, pentingnya penelitian unggulan,serta hal-hal penting yang perlu direnungkan berkenaan dengan pendidikan tinggi yang berkualitas.  
Rp 50.000 
Detail
Keluarga
Bunga Rampai Keluarga, Gender, dan Pendidikan
-
Rp 53.000 
Detail
Kehutanan
Manajemen Hutan Mangrove
Buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, pemerhati, peneliti, pengambil kebijakan, dan umum dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai ekosistem, dasar biologi dan ekologi, fungsi dan manfaat, pengelolaan secara berkelanjutan, penilaian dan pengukuran sumber daya hutan mangrove, persemaian dan penanaman mangrove di lapangan, deforestasi dan degradasi hutan mangrove, strategi nasional hutan mangrove Indonesia, serta model pengelolaan terpadu hutan mangrove.  
Rp 60.000 
Detail
Sosial
Ketahanan Sosial dalam Kota Tangguh Bencana
Pulau Jawa pada saat ini sedang mengalami krisis ekologi dan kebencanaan, terutama di wilayah pesisir, sering terdampak perubahan iklim ekstrem, dengan curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun. Kota-kota di wilayah pesisir berisiko tinggi terpapar kebencanaan mulai dari bencana perubahan iklim, banjir, rob, tanah amblas, krisis air bersih, longsor, gelombang tinggi, sampah plastik, hingga urban heat. Implikasi dari kebencanaan ini berkembangnya penyakit sosial, terutama di kawasan perkampungan kumuh kota yang dihuni oleh penduduk miskin. Kemiskinan dalam bebera hal berkelindan dengan kebencanaan. Padahal, ada sekitar 60 persen penduduk  Indonesia bermukim di wilâyah pesisir.   Wilayah pesisir berpotensi memiliki problematika dalam pelayanan dasarnya, terutama dalam bidang kebijakan publik dan livelihoods berkelanjutan. Buku yang ada di hadapan Anda ini berkeinginan menganalisis penerapan konsep resilient city atau kota tangguh bencana dan social resilience atau ketahanan sosial di perkotaan wilayah pesisir. Temuan penelitian menunjukkan upaya Pemkot Semarang dan Jakarta Utara dalam penyiapan insfrastruktur kota untuk menghadapi bencana, dan penataan kota yang mempertimbangkan keseimbangan ekologis, tetapi belum terintegrasinya konsep kota tangguh bencana dengan konsep ketahanan kota.  Hasil kajian berkeinginan agar pemerintah kota melakukan integrasi antara konsep ketahaan kota dengan ketahanan sosial masyarakat sehingga tidak hanya kotanya yang tangguh tetapi juga masyarakatnya memiliki ketahanan sosial. Terlebih Semarang saat ini masuk ke dalam 100 resilient city, setara dengan kota-kota di dunia.
Rp 85.000 
Detail
Teknologi
Tapak Pengembangan Industri Nasional
Buku ini mengidentifikasi tapak atau fondasi yang dibangun oleh Kementerian Perindustrian sebagai landasan pengembangan industri nasional ke depan. Tapak atau fondasi tersebut adalah penyediaan energi untuk kebutuhan industri, peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia, serta kebutuhan pengembangan kawasan industri.  
Rp 95.000 
Detail
Kesehatan
Out of Shadow
-
Rp 59.000 
Detail
Sosial & Politik
Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika
Bertitik tolak dari kritik Edmund Husserl terhadap dunia modern yang menekankan pada dunia yang objektif, serba formalistik, materialistic, dan mekanik sebagai penyebab kehancuran nilai kemanusian di zaman kita. Teknologi berhasil memanjakan kita akan tetapi kehidupan negara lahir dan ditata dari sebuah konstitusi yang tidak berpijak pada lebenswelt (dunia kehidupan) suatu bangsa maka negara tersebut akan jauh dari nilai nilai kemanusiaan. Hanya dua pilihan yaitu: kita akan jauh dari diri kita sendiri atau kita akan berjuang untuk kembali kepada esensi kemanusiaan itu sendiri. Realitasnya dalam era informasi tidak ada dominasi kekuasaan baik partai politik maupun kroni-kroninya,  apalagi personal yang dapat mendominasi negara secara utuh, kekuasaan terbagi dan tersebar di mana-mana. Tidak ada format dialektika yang dapat merajut kehendak sejarah. Kritik terhadap ideologi dan berita hoax banyak membingungkan, namun Pancasila tetap tegak. Refleksi Pancasila saat ini bukan terbatas apa yang dikatakan Bung Karno sebagai pandangan hidup dan dasar negara, bukan saja alat negara yang dijelaskan Pak Harto ataupun sumber dari segala sumber hukum sebagaimana dikatakan Mr. Soepomo, namun Pancasila adalah dunia kehidupan (lebenswelt). Pancasila adalah local wisdom (kearifan lokal) bangsa Indonesia sekaligus living law (hukum yang hidup dimasyarakat). Buku ‘Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika’ ini melakukan pemetaan ideologi bangsa Indonesia. Interpretasi Pancasila dalam suatu waktu mungkin dapat dimonopoli,  dijadikan alat untuk kekuasaan melalui indoktrinasi. Lembaga pendidikan dan kebudayaan diprogram memproduksi nilai-nilai. Dalam kenyataan kekuasaan dapat runtuh dan berganti, namun Pancasila tetap eksis, tak tergantikan. Pancasila selalu menuntun dan menata kekuasaan di bumi pertiwi ini
Rp 95.000 
Detail
Filsafat
Krisis Kebebasan
Kebebasan bagi Albert Camus bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Dengan ini Albert Camus ingin menegaskan bahwa dalam rezim apapun, apalagi yang paling totaliter dan represif, kita jangan bermimpi akan memperoleh kebebasan secara cuma-cuma. Kebebasan tersebut harus diperjuangkan. Sayangnya lebih sering penguasa menindas kebebasan tersebut, sehingga cendekiawan, seniman, dan pers yang diandalkan adalah kelompok paling depan dalam memperjuangkan kebebasan pun akan menjadi bungkam. Inilah yang menimbulkan krisis kebebasan.
Buku ini berisi kumpulan karangan Albert Camus yang bertemakan kebebasan dan krisis yang melanda manusia dalam memperjuangkan kebebasannya. Karangan-karangan di dalam buku ini merupakan renungan yang sangat mendalam akan krisis kebebasan yang melanda zaman kita ini. Lewat karangan-karangan ini kita digugah untuk memperjuangkan kebebasan tersebut, kalau kita tidak ingin krisis melanda kita. Sebuah buku yang sangat patut dibaca oleh para cendekiawan, seniman, wartawan, politisi. Pendeknya semua pembaca yang berhak atas kebebasan.
Rp 65.000 
Detail
Sastra
Ketika hitam dikatakan putih dan sajak tetap bersuara: sajak-sajak malaysia–indonesia
Menghimpun sajak-sajak dari para penulis di nusantara ini bu­kan sekadar upaya seni, melainkan merupakan suatu usaha un­tuk merangkum kebhinekaan suara di suatu sudut bumi Tuhan ini. Para penulis yang berada di dalam buku ini berasal dari pelbagai daerah dan wilayah nusantara atau alam Melayu. Mereka penghuni dari pelbagai daerah dan pulau yang didatangi oleh kolonialis yang mencari rempah dan hasil bumi seperti bijih timah sejak ratusan tahun yang lalu dari Portugal, Inggris, Belanda,dan Spanyol. Kita menghadirkan suara penyair Aceh, Kuala Lumpur, Jakarta, Perlis, Negeri Sembilan, Bandung, Perak, Pahang, dan Tasikmalaya. Buku ini juga menampilkan sajak-sajak dari D. Zawawi Imron, penyair dan ulama dari Pulau Madura, Sofyan Daud dari Pulau Ternate, hingga Siti Zainon Ismail yang pernah bermukim di Gombak, dan di Yogjakarta. Namun, ini tidak bermakna bahwa mereka “mewakili” wilayah atau sektor tertentu. Ada dari penulis ini yang berlatar belakang pengkajian seni, undang-undang atau hukum, ahli akademik, dan lain-lain. Begitu juga, selain penyair lelaki, ada penyair perempuan, seperti Mahaya Mohd Yassin, D. Kemalawati, Ratna Ayu Budhiarti, dan Rukmi Wisnu Wardani. Di samping itu, mereka melintasi generasi dari yang berumur 20-an, 30-an, sampai yang berumur 70-an.
Rp 80.000 
Detail
Sosial
Kebijakan dan Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dalam Pembangunan Nasional
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu modal keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan daerah, karena PAD menentukan kapasitas daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, baik pelayanan publik (public service function), maupun pembangunan (development function). Dari catatan yang ada, ternyata bahwa sampai tahun 2016, rata-rata PAD berdasarkan provinsi hanya mampu mencapai 37,8 persen dari total pendapatan daerah masing-masing. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar daerah belum memperlihatkan kemandiriannya dan masih sangat tergantung pada bantuan dari pusat untuk membiayai segala kewajiban terkait dengan pembangunan dan pemerintahan daerahnya masing-masing. Buku bunga rampai ini menarik karena bukan saja mengupas perkembangan permasalahan, kebijakan dan strategi PAD tetapi juga bagaimana kapasitas daerah dikaitkan dengan capaian pembangunan regional. Selain itu juga, buku ini mengungkapkan hasil penelitian lapangan yang telah dilakukan pada tahun 2016, di mana Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung dan Kota Tangerang dijadikan sebagai lokus dan fokus pembahasan. Hasil penelitian menemukan bahwa memasuki tahun ke-17 penerapan otonomi daerah di Indonesia, permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan PAD relatif masih sama. Umumnya pemerintah daerah belum mampu mengidentifikasi potensi sumber pendapatannya dan sebagian besar daerah masih belum dapat mengoptimalkan penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, atau bahkan penerimaan dari hasil kekayaan daerah yang dipisahkan. Selain itu, daerah juga menganggap rendahnya PAD sebagai akibat dari ruang gerak daerah yang terbatas, sementara potensi pendapatan pajak yang besar masih diatur oleh pusat, seperti Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai.  Terakhir, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), baik dalam kuantitas maupun kualitas dirasakan belum optimal. Buku ini mencoba mengulas beberapa kebijakan dan strategi yang dapat dilakukan daerah untuk mengatasnya.
Rp 70.000 
Detail
Kehutanan
Merevolusi Revolusi Hijau
Sejak 1960-an, IPB turut serta dalam menggalakkan program revolusi hijau (RH). Dalam rangka pelaksanaan program tersebut di Indonesia, IPB berdiri di garda terdepan melalui program BIMAS. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan zaman yang dihadapi saat itu—ancaman kelaparan akibat terbatasnya persediaan pangan yang melanda dunia pada dekade 1960-an dan 1970-an. Dewan Guru Besar (DGB) IPB telah berkomitmen untuk ikut memberikan kontribusi dalam mengatasinya, antara lain dengan menggagas konsep merevolusi revolusi hijau (MRH) yang dituangkan dalam buku ini.
Rp 179.000 
Detail
Sosiologi
Land, Livelihood, the Economy and the Environment in Indonesia: Essays in Honour of Joan Hardjono
This volume of essays is intended to honour an exceptional, indeed a unique scholar. Joan Hardjono grew up in Sydney and graduated from Sydney University in the mid-1950s. She majored in English and Geography and like most girls in those years who had managed to complete a tertiary degree, she probably expected to embark on a career as a high school teacher in Australia. But no doubt prompted by the spirit of adventure which she has kept throughout her long career, she decided to go to Indonesia as a volunteer teacher. The scheme which brought young Australian graduates to Indonesia at that time was pioneering; it pre-dated the US Peace Corps and several of the participants went on to distinguished academic careers. On the boat from Australia to Indonesia, she met a young Indonesian called Hardjono, who after participating in the struggle against the Dutch in the late 1940s, gained an engineering degree at the Institute of Technology in Bandung, then as now Indonesia’s leading tertiary institute for the study of engineering and technology. Joan was posted to teach in Semarang, the capital of the province of Central Java, and family legend has it that Hardjono used a borrowed motor cycle to pay her frequent visits, bringing with him Javanese delicacies as gifts. Since the late 1980s, Joan has been busy as a consultant to a number of bilateral and multilateral aid agencies. She has retired as a university teacher, but served for several years as an active member of the advisory board of a Bandung-based research organization, AKATIGA. She has also served since its inception in early 2001 on both the Board of Trustees and the Advisory Board of the Jakarta-based research group, The SMERU Research Institute. The editors are pleased that four chapters in this volume have been contributed by staff of these two institutions. Joan continues to be an active member of the SMERU boards, and in her advisory role, she has always stressed that SMERU should focus on what it does best, namely conducting solid research on the problems of poverty, social protection and unemployment, rather than engaging in policy advocacy. She worked very hard editing the institute’s first international publication, Poverty and Social Protection in Indonesia, which was published by the Institute of Southeast Asian Studies in Singapore in 2011. Joan has often regretted the fact that so few Indonesian social scientists publish internationally, and has assisted a number of scholars over the years to turn their research findings into publishable papers in English-language outlets. Like many Indonesians in her age group, Joan has at times been disappointed that the country’s macroeconomic progress over the last four decades has not yet achieved the elusive goal of a just and prosperous society. To friends, she can be at times very critical of the performance of politicians and senior bureaucrats, both during the Suharto era and subsequently. But she would be the last to deny that some progress has been made. She continues to visit Australia on a regular basis, but Bandung remains her home, and she remains steadfast in her love for, and commitment to, the people of Indonesia.
Rp 90.000 
Detail
Gizi
Prinsip-Prinsip HACCP dan Penerapannya pada Industri Jasa Makanan dan Gizi
-
Rp 140.000 
Detail
Anak-Anak
Seri Buku Anak GPS; Budi Beruang yang Rajin
Budi beruang yang rajin.   Budi sangat senang membantu seluruh keluarganya.
saat ini iya adalah seorang yang membutuhkan pertolongan. Kira-kira siapa yang akan datang membantunya?
Rp 30.000 
Detail
Matematika
Monograph Penerapan dan Pengembangan Regresi Spasial dengan Studi Kasus pada Kesehatan, Sosial, dan
Buku Monograph ini merupakan kumpulan karya ilmiah dari penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa bimbingan penulis pada program S1 dan S2 Departemen Statistika IPB. Topik penelitian yang dibahas adalah tentang penerapan model regresi spasial dan pengembangannya. Kasus yang diangkat antara lain tentang kemiskinan, kesehatan, ekonomi, wisatawan, dan lain-lain.
Rp 185.000 
Detail
Sosial
Diplomasi Parlemen
Diplomasi parlemen belum banyak dikenal dan terpublikasi secara luas di masyarakat, termasuk di kalangan peminat studi hubungan internasional hingga dewasa ini. Bahkan, mereka yang meniti karir di dunia diplomasi secara formal selama ini, yakni Kementerian Luar Negeri, bukan hanya masih canggung mengakui secara terbuka “diplomasi parlemen,” sebagai bagian dari aktivitas diplomasi yang berlangsung selama ini, secara resmi maupun tidak resmi. Diplomat di negeri berkembang juga belum (dapat) mengakui secara jujur peran dan kegiatan anggota parlemen yang turut berkontribusi dalam pencapaian tujuan nasional mereka pada pencapaian kesejahteraan dan upaya menciptakan dan menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

Di negara-negara yang telah maju ekonomi dan demokrasinya, diplomasi parlemen telah lebih seabad lebih lamanya dipraktikkan untuk pencapaian kepentingan nasional di dunia internasional. Para anggota parlemen adalah bagian dari pelaku diplomasi, yang terbagi atas aktor negara dan non-negara, berkelompok dan individual, terkordinasi dan lepas, serta menjalankan first track diplomacy atau second track diplomacy. Mereka dapat memainkan perannya secara formal dan tidak untuk kepentingan individual, nasional, kawasan, dan internasional.

Peran anggota parlemen sebagai messengers negara yang penting, berbeda dengan primitive diplomats, yang dalam perkembangan hubungan internasional yang tidak lagi konvensional, mereka turut memainkan peran penting dalam kegiatan yang disebut sebagai lobi, perundingan atau negosiasi. Pemain baru bermunculan, karena munculnya kebutuhan aktor lain diplomasi di negara-negara yang melakukannya. Meningkatnya pelanggaran HAM dan kebutuhan kapital membuat negara membutuhkan parlemen sebagai aktor lain dunia diplomasi yang dapat melindungi kepentingan nasional dari berbagai tekanan yang menyudutkan. Manfaat diplomasi parlemen pada akhirnya harus dapat dirasakan oleh umat manusia yang mendamakan dunia yang sejahtera, adil, dan aman.
Rp 120.000 
Detail
Politik
Dinamika Pelaksanaan Urusan di Bidang Persandian Pemerintah Daerah
Penyelenggaraan pengamanan persandian adalah rangkaian kegiatan dan tindakan pencegahan atau penanggulangan yang dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan untuk melindungi kelangsungan persandian dari segala hakekat ancaman dan gangguan dalam satu kesatuan Sistem Persandian Negara. Pengelolaan persandian di pemerintah daerah dapat dikategorikan bersifat spesifik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  Meskipun bersifat spesifik, bukan berarti publik dilarang untuk mengawasi pengelolaannya agar tidak terjadi penyalahgunaan. Dengan dimensi pengaturan yang dianut dalam kebebasan Informasi publik, informasi dan transaksi elektronik, serta substansi pengecualian kerahasiaan negara, maka pemda bukan tidak mungkin berada dalam dilema untuk mengelolanya lebih lanjut di tingkat kewenangan yang ada. Hal ini mengingat dibandingkan pemerintah pusat, maka pemerintah daerah cenderung lebih besar muatan tuntutan keterbukaan informasinya bagi publik. Persandian sebagai upaya untuk mengamankan, melindungi dan menjamin orisinalitas sebuah berita atau dokumen pemerintah merupakan hal yang amat penting dalam era serba teknologi informasi saat ini. Modernisasi pemerintahan akan sangat bergantung dan didukung oleh penggunaan teknologi infomrasi di segala aspek mulai dari administrasi perkantoran (e-office), perencanaan (e-planning), keuangan (e-budgetting) dan fungsi pemerintahan lainnya. Penggunaan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah akan menghadapi beberapa resiko seperti penyadapan, hacking dan berbagai ancaman lainya. Adanya ancaman dalam pengelolaan pemerintahan yang berbasis teknologi informasi (e-government) tersebut membuat pengelolaan persandian oleh pemerintah daerah menjadi terasa lebih penting. Persandian sebagai urusan pemerintahan yang bersifat wajib dan tidak tergolong pelayanan dasar adalah salah satu instrumen pemda dalam menjaga integrasi bangsa. Masalahnya, adalah pola penggunaan teknologi informasi belum dilakukan secara penuh dan masih dilakukan secara manual. Bahkan bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara politis cara pandang penyelesaian dan pencegahan gangguan keamanan, kadangkala masih menggunakan pola yang konservatif. Meskipun otonomi kabupaten/kota semakin menguat aspirasi dan kewenangannya, tetapi praktek demokrasi deliberatif belum berjalan secara penuh dan masih sebatas di tingkat elitis atau bahkan serimonial. Ketidakmerataan kegiatan persandian di daerah juga disebabkan dari tidak seragamannya pemahaman pemda terhadap kriteria informasi yang masuk dalam kategori disandikan. Hal ini yang menyebabkan timbulnya subjektivitas persandian yang terbatas pada tujuan menjaga kerahasiaan informasi semata. Urusan persandian bagi pemerintah daerah memegang peranan yang cukup penting, terutama dikaitkan dengan bagiamana keamanan atau kerahasiaan data dan informasi pemerintah daerah dapat terlindungi. Namun disisi yang lain, urusan persandian juga berhadapan dengan era keterbukaan informasi yang sudah meliputi semua aspek kehidupan bermasyarakat. Penataan pengaturannya harus baik dan lengkap, karena persandian harus berhadapan dengan bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jalannya pemerintah daerah yang bersih dan terbuka.
Rp 55.000 
Detail
Pangan
Metode dan Analisis Uji Indrawi
Buku “METODE DAN ANALISIS UJI INDRAWI” ini memuat dasar ilmiah yang mendasari pengertian sifat indrawi beserta berbagai metode uji indrawi dan analisis data ujinya. Buku ini juga berisi berbagai hal tentang pengertian uji indrawi, jenis sifat indrawi, penyelenggaraan penilaian indrawi, dan pelaksanaan metode uji indrawi beserta beberapa cara analisis data hasil uji indrawinya.  
Rp 132.000 
Detail
Pemasaran
Kiat Sukses Seorang Pemasar Bank
Buku ini ditujukan untuk semua orang yang akan dan sudah menjadi pemasar di bank serta dapat memberikan inspirasi bagi mereka yang ti dak berkerja di bank, baik di bisnis ritel, manufaktur, maupun unit usaha yang berhubungan erat dengan kemasan dimensi kualitas layanan.
Rp 59.000 
Detail
Pangan
Terobosan Inovasi Teknologi Produk dan By-Product Ikan Lele (Clarias gariepinus) Pangan Bergizi Ting
Buku ini disusun mengenai Terobosan Inovasi Teknologi Produk dan by-Product Ikan Lele (Clarias gariepinus) Pangan Bergizi Tinggi Solusi Masalah Gizi Masyarakat. Besar harapannya buku ini dapat bermanfaat sebagai referensi diversifikasi produk olahan dari Ikan Lele ke depannya. Selain kandungan daging lele yang berprotein tinggi, bagian-bagian tubuh lele dapat diperhitungkan gizinya setelah menjadi olahan lain. Pembuatan tepung ikan berbahan dasar ikan lele dumbo dapat menjadi suatu bentuk alternatif bahan pangan. Karena bentuknya berupa tepung, tepung ikan lele diharapkan dapat diterapkan sebagai bahan pangan secara luas misalnya menjadi bahan tambahan pada pembuatan biskuit.
Rp 95.000 
Detail
Teknologi
RUMAS: Pengetahuan Baru bagi Kesejahteraan Masyarakat
RUMAS didefinisikan sebagai “pengetahuan baRU bagi kesejahteraan MASyarakat yang berkembang dari masa ke masa sesuai tuntutan dinamika pada masanya”. Buku ini mendiskusikan serba-serbi RUMAS berdasarkan catatan dari pengalaman penulis selama bekerja di universitas dan catatan penelitian di dalam masyarakat.  
Rp 60.000 
Detail
Kelautan
Penuntun Praktikum Teknologi Industri Tumbuhan Laut
-
Rp 35.000 
Detail
Statistika
Teknik Eksplorasi Data yang harus dikuasai data scientist
Buku ini disusun untuk memberikan landasan yang cukup bagi para statistisi dan data scientist muda dalam melakukan eksplorasi data sebagai upaya mengenali pola pada data dan berbagai informasi dasar lain yang menarik menggunakan statistik dan plot sederhana. Pengenalan terhadap pola ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi sekaligus penunjuk arah dalam melakukan analisis dan pemodelan lebih lanjut, baik itu pemodelan statistika maupun pemodelan machine learning.  
Rp 145.000 
Detail
Pendidikan
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
Buku ini disusun sebagai panduan praktis penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor. Selain format fisik yang diseragamkan untuk diikuti, disampaikan juga bentuk karya ilmiah di lingkungan Fateta-IPB dan sistematika penulisannya, sistem pengacuan sumber yang dipakai, serta contoh praktis format penulisan.
Rp 34.000 
Detail
Pendidikan
Pendidikan Tinggi Pertanian dalam Pembangunan Bangsa
Sesuai dengan judulnya, di dalam buku ini banyak dibahas tentang berbagai hal terkait dengan kemana pendidikan tinggi pertanian harus diarahkan, tantangan masa depan dan potensi yang dimiliki Indonesia, pentingnya penelitian unggulan,serta hal-hal penting yang perlu direnungkan berkenaan dengan pendidikan tinggi yang berkualitas.  
Rp 50.000 
Detail
Keluarga
Bunga Rampai Keluarga, Gender, dan Pendidikan
-
Rp 53.000 
Detail
Kehutanan
Manajemen Hutan Mangrove
Buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, pemerhati, peneliti, pengambil kebijakan, dan umum dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai ekosistem, dasar biologi dan ekologi, fungsi dan manfaat, pengelolaan secara berkelanjutan, penilaian dan pengukuran sumber daya hutan mangrove, persemaian dan penanaman mangrove di lapangan, deforestasi dan degradasi hutan mangrove, strategi nasional hutan mangrove Indonesia, serta model pengelolaan terpadu hutan mangrove.  
Rp 60.000 
Detail
Sosial
Ketahanan Sosial dalam Kota Tangguh Bencana
Pulau Jawa pada saat ini sedang mengalami krisis ekologi dan kebencanaan, terutama di wilayah pesisir, sering terdampak perubahan iklim ekstrem, dengan curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun. Kota-kota di wilayah pesisir berisiko tinggi terpapar kebencanaan mulai dari bencana perubahan iklim, banjir, rob, tanah amblas, krisis air bersih, longsor, gelombang tinggi, sampah plastik, hingga urban heat. Implikasi dari kebencanaan ini berkembangnya penyakit sosial, terutama di kawasan perkampungan kumuh kota yang dihuni oleh penduduk miskin. Kemiskinan dalam bebera hal berkelindan dengan kebencanaan. Padahal, ada sekitar 60 persen penduduk  Indonesia bermukim di wilâyah pesisir.   Wilayah pesisir berpotensi memiliki problematika dalam pelayanan dasarnya, terutama dalam bidang kebijakan publik dan livelihoods berkelanjutan. Buku yang ada di hadapan Anda ini berkeinginan menganalisis penerapan konsep resilient city atau kota tangguh bencana dan social resilience atau ketahanan sosial di perkotaan wilayah pesisir. Temuan penelitian menunjukkan upaya Pemkot Semarang dan Jakarta Utara dalam penyiapan insfrastruktur kota untuk menghadapi bencana, dan penataan kota yang mempertimbangkan keseimbangan ekologis, tetapi belum terintegrasinya konsep kota tangguh bencana dengan konsep ketahanan kota.  Hasil kajian berkeinginan agar pemerintah kota melakukan integrasi antara konsep ketahaan kota dengan ketahanan sosial masyarakat sehingga tidak hanya kotanya yang tangguh tetapi juga masyarakatnya memiliki ketahanan sosial. Terlebih Semarang saat ini masuk ke dalam 100 resilient city, setara dengan kota-kota di dunia.
Rp 85.000 
Detail
Teknologi
Tapak Pengembangan Industri Nasional
Buku ini mengidentifikasi tapak atau fondasi yang dibangun oleh Kementerian Perindustrian sebagai landasan pengembangan industri nasional ke depan. Tapak atau fondasi tersebut adalah penyediaan energi untuk kebutuhan industri, peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia, serta kebutuhan pengembangan kawasan industri.  
Rp 95.000 
Detail
Kesehatan
Out of Shadow
-
Rp 59.000 
Detail
Sosial & Politik
Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika
Bertitik tolak dari kritik Edmund Husserl terhadap dunia modern yang menekankan pada dunia yang objektif, serba formalistik, materialistic, dan mekanik sebagai penyebab kehancuran nilai kemanusian di zaman kita. Teknologi berhasil memanjakan kita akan tetapi kehidupan negara lahir dan ditata dari sebuah konstitusi yang tidak berpijak pada lebenswelt (dunia kehidupan) suatu bangsa maka negara tersebut akan jauh dari nilai nilai kemanusiaan. Hanya dua pilihan yaitu: kita akan jauh dari diri kita sendiri atau kita akan berjuang untuk kembali kepada esensi kemanusiaan itu sendiri. Realitasnya dalam era informasi tidak ada dominasi kekuasaan baik partai politik maupun kroni-kroninya,  apalagi personal yang dapat mendominasi negara secara utuh, kekuasaan terbagi dan tersebar di mana-mana. Tidak ada format dialektika yang dapat merajut kehendak sejarah. Kritik terhadap ideologi dan berita hoax banyak membingungkan, namun Pancasila tetap tegak. Refleksi Pancasila saat ini bukan terbatas apa yang dikatakan Bung Karno sebagai pandangan hidup dan dasar negara, bukan saja alat negara yang dijelaskan Pak Harto ataupun sumber dari segala sumber hukum sebagaimana dikatakan Mr. Soepomo, namun Pancasila adalah dunia kehidupan (lebenswelt). Pancasila adalah local wisdom (kearifan lokal) bangsa Indonesia sekaligus living law (hukum yang hidup dimasyarakat). Buku ‘Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika’ ini melakukan pemetaan ideologi bangsa Indonesia. Interpretasi Pancasila dalam suatu waktu mungkin dapat dimonopoli,  dijadikan alat untuk kekuasaan melalui indoktrinasi. Lembaga pendidikan dan kebudayaan diprogram memproduksi nilai-nilai. Dalam kenyataan kekuasaan dapat runtuh dan berganti, namun Pancasila tetap eksis, tak tergantikan. Pancasila selalu menuntun dan menata kekuasaan di bumi pertiwi ini
Rp 95.000 
Detail
Filsafat
Krisis Kebebasan
Kebebasan bagi Albert Camus bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Dengan ini Albert Camus ingin menegaskan bahwa dalam rezim apapun, apalagi yang paling totaliter dan represif, kita jangan bermimpi akan memperoleh kebebasan secara cuma-cuma. Kebebasan tersebut harus diperjuangkan. Sayangnya lebih sering penguasa menindas kebebasan tersebut, sehingga cendekiawan, seniman, dan pers yang diandalkan adalah kelompok paling depan dalam memperjuangkan kebebasan pun akan menjadi bungkam. Inilah yang menimbulkan krisis kebebasan.
Buku ini berisi kumpulan karangan Albert Camus yang bertemakan kebebasan dan krisis yang melanda manusia dalam memperjuangkan kebebasannya. Karangan-karangan di dalam buku ini merupakan renungan yang sangat mendalam akan krisis kebebasan yang melanda zaman kita ini. Lewat karangan-karangan ini kita digugah untuk memperjuangkan kebebasan tersebut, kalau kita tidak ingin krisis melanda kita. Sebuah buku yang sangat patut dibaca oleh para cendekiawan, seniman, wartawan, politisi. Pendeknya semua pembaca yang berhak atas kebebasan.
Rp 65.000 
Detail
Sastra
Ketika hitam dikatakan putih dan sajak tetap bersuara: sajak-sajak malaysia–indonesia
Menghimpun sajak-sajak dari para penulis di nusantara ini bu­kan sekadar upaya seni, melainkan merupakan suatu usaha un­tuk merangkum kebhinekaan suara di suatu sudut bumi Tuhan ini. Para penulis yang berada di dalam buku ini berasal dari pelbagai daerah dan wilayah nusantara atau alam Melayu. Mereka penghuni dari pelbagai daerah dan pulau yang didatangi oleh kolonialis yang mencari rempah dan hasil bumi seperti bijih timah sejak ratusan tahun yang lalu dari Portugal, Inggris, Belanda,dan Spanyol. Kita menghadirkan suara penyair Aceh, Kuala Lumpur, Jakarta, Perlis, Negeri Sembilan, Bandung, Perak, Pahang, dan Tasikmalaya. Buku ini juga menampilkan sajak-sajak dari D. Zawawi Imron, penyair dan ulama dari Pulau Madura, Sofyan Daud dari Pulau Ternate, hingga Siti Zainon Ismail yang pernah bermukim di Gombak, dan di Yogjakarta. Namun, ini tidak bermakna bahwa mereka “mewakili” wilayah atau sektor tertentu. Ada dari penulis ini yang berlatar belakang pengkajian seni, undang-undang atau hukum, ahli akademik, dan lain-lain. Begitu juga, selain penyair lelaki, ada penyair perempuan, seperti Mahaya Mohd Yassin, D. Kemalawati, Ratna Ayu Budhiarti, dan Rukmi Wisnu Wardani. Di samping itu, mereka melintasi generasi dari yang berumur 20-an, 30-an, sampai yang berumur 70-an.
Rp 80.000 
Detail
Sosial
Kebijakan dan Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dalam Pembangunan Nasional
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu modal keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan daerah, karena PAD menentukan kapasitas daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, baik pelayanan publik (public service function), maupun pembangunan (development function). Dari catatan yang ada, ternyata bahwa sampai tahun 2016, rata-rata PAD berdasarkan provinsi hanya mampu mencapai 37,8 persen dari total pendapatan daerah masing-masing. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar daerah belum memperlihatkan kemandiriannya dan masih sangat tergantung pada bantuan dari pusat untuk membiayai segala kewajiban terkait dengan pembangunan dan pemerintahan daerahnya masing-masing. Buku bunga rampai ini menarik karena bukan saja mengupas perkembangan permasalahan, kebijakan dan strategi PAD tetapi juga bagaimana kapasitas daerah dikaitkan dengan capaian pembangunan regional. Selain itu juga, buku ini mengungkapkan hasil penelitian lapangan yang telah dilakukan pada tahun 2016, di mana Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung dan Kota Tangerang dijadikan sebagai lokus dan fokus pembahasan. Hasil penelitian menemukan bahwa memasuki tahun ke-17 penerapan otonomi daerah di Indonesia, permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan PAD relatif masih sama. Umumnya pemerintah daerah belum mampu mengidentifikasi potensi sumber pendapatannya dan sebagian besar daerah masih belum dapat mengoptimalkan penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, atau bahkan penerimaan dari hasil kekayaan daerah yang dipisahkan. Selain itu, daerah juga menganggap rendahnya PAD sebagai akibat dari ruang gerak daerah yang terbatas, sementara potensi pendapatan pajak yang besar masih diatur oleh pusat, seperti Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai.  Terakhir, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), baik dalam kuantitas maupun kualitas dirasakan belum optimal. Buku ini mencoba mengulas beberapa kebijakan dan strategi yang dapat dilakukan daerah untuk mengatasnya.
Rp 70.000 
Detail
Kehutanan
Merevolusi Revolusi Hijau
Sejak 1960-an, IPB turut serta dalam menggalakkan program revolusi hijau (RH). Dalam rangka pelaksanaan program tersebut di Indonesia, IPB berdiri di garda terdepan melalui program BIMAS. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan zaman yang dihadapi saat itu—ancaman kelaparan akibat terbatasnya persediaan pangan yang melanda dunia pada dekade 1960-an dan 1970-an. Dewan Guru Besar (DGB) IPB telah berkomitmen untuk ikut memberikan kontribusi dalam mengatasinya, antara lain dengan menggagas konsep merevolusi revolusi hijau (MRH) yang dituangkan dalam buku ini.
Rp 179.000 
Detail
Sosiologi
Land, Livelihood, the Economy and the Environment in Indonesia: Essays in Honour of Joan Hardjono
This volume of essays is intended to honour an exceptional, indeed a unique scholar. Joan Hardjono grew up in Sydney and graduated from Sydney University in the mid-1950s. She majored in English and Geography and like most girls in those years who had managed to complete a tertiary degree, she probably expected to embark on a career as a high school teacher in Australia. But no doubt prompted by the spirit of adventure which she has kept throughout her long career, she decided to go to Indonesia as a volunteer teacher. The scheme which brought young Australian graduates to Indonesia at that time was pioneering; it pre-dated the US Peace Corps and several of the participants went on to distinguished academic careers. On the boat from Australia to Indonesia, she met a young Indonesian called Hardjono, who after participating in the struggle against the Dutch in the late 1940s, gained an engineering degree at the Institute of Technology in Bandung, then as now Indonesia’s leading tertiary institute for the study of engineering and technology. Joan was posted to teach in Semarang, the capital of the province of Central Java, and family legend has it that Hardjono used a borrowed motor cycle to pay her frequent visits, bringing with him Javanese delicacies as gifts. Since the late 1980s, Joan has been busy as a consultant to a number of bilateral and multilateral aid agencies. She has retired as a university teacher, but served for several years as an active member of the advisory board of a Bandung-based research organization, AKATIGA. She has also served since its inception in early 2001 on both the Board of Trustees and the Advisory Board of the Jakarta-based research group, The SMERU Research Institute. The editors are pleased that four chapters in this volume have been contributed by staff of these two institutions. Joan continues to be an active member of the SMERU boards, and in her advisory role, she has always stressed that SMERU should focus on what it does best, namely conducting solid research on the problems of poverty, social protection and unemployment, rather than engaging in policy advocacy. She worked very hard editing the institute’s first international publication, Poverty and Social Protection in Indonesia, which was published by the Institute of Southeast Asian Studies in Singapore in 2011. Joan has often regretted the fact that so few Indonesian social scientists publish internationally, and has assisted a number of scholars over the years to turn their research findings into publishable papers in English-language outlets. Like many Indonesians in her age group, Joan has at times been disappointed that the country’s macroeconomic progress over the last four decades has not yet achieved the elusive goal of a just and prosperous society. To friends, she can be at times very critical of the performance of politicians and senior bureaucrats, both during the Suharto era and subsequently. But she would be the last to deny that some progress has been made. She continues to visit Australia on a regular basis, but Bandung remains her home, and she remains steadfast in her love for, and commitment to, the people of Indonesia.
Rp 90.000 
Detail
Gizi
Prinsip-Prinsip HACCP dan Penerapannya pada Industri Jasa Makanan dan Gizi
-
Rp 140.000 
Detail
Anak-Anak
Seri Buku Anak GPS; Budi Beruang yang Rajin
Budi beruang yang rajin.   Budi sangat senang membantu seluruh keluarganya.
saat ini iya adalah seorang yang membutuhkan pertolongan. Kira-kira siapa yang akan datang membantunya?
Rp 30.000 
Detail
Matematika
Monograph Penerapan dan Pengembangan Regresi Spasial dengan Studi Kasus pada Kesehatan, Sosial, dan
Buku Monograph ini merupakan kumpulan karya ilmiah dari penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa bimbingan penulis pada program S1 dan S2 Departemen Statistika IPB. Topik penelitian yang dibahas adalah tentang penerapan model regresi spasial dan pengembangannya. Kasus yang diangkat antara lain tentang kemiskinan, kesehatan, ekonomi, wisatawan, dan lain-lain.
Rp 185.000 
Detail
Sosial
Diplomasi Parlemen
Diplomasi parlemen belum banyak dikenal dan terpublikasi secara luas di masyarakat, termasuk di kalangan peminat studi hubungan internasional hingga dewasa ini. Bahkan, mereka yang meniti karir di dunia diplomasi secara formal selama ini, yakni Kementerian Luar Negeri, bukan hanya masih canggung mengakui secara terbuka “diplomasi parlemen,” sebagai bagian dari aktivitas diplomasi yang berlangsung selama ini, secara resmi maupun tidak resmi. Diplomat di negeri berkembang juga belum (dapat) mengakui secara jujur peran dan kegiatan anggota parlemen yang turut berkontribusi dalam pencapaian tujuan nasional mereka pada pencapaian kesejahteraan dan upaya menciptakan dan menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

Di negara-negara yang telah maju ekonomi dan demokrasinya, diplomasi parlemen telah lebih seabad lebih lamanya dipraktikkan untuk pencapaian kepentingan nasional di dunia internasional. Para anggota parlemen adalah bagian dari pelaku diplomasi, yang terbagi atas aktor negara dan non-negara, berkelompok dan individual, terkordinasi dan lepas, serta menjalankan first track diplomacy atau second track diplomacy. Mereka dapat memainkan perannya secara formal dan tidak untuk kepentingan individual, nasional, kawasan, dan internasional.

Peran anggota parlemen sebagai messengers negara yang penting, berbeda dengan primitive diplomats, yang dalam perkembangan hubungan internasional yang tidak lagi konvensional, mereka turut memainkan peran penting dalam kegiatan yang disebut sebagai lobi, perundingan atau negosiasi. Pemain baru bermunculan, karena munculnya kebutuhan aktor lain diplomasi di negara-negara yang melakukannya. Meningkatnya pelanggaran HAM dan kebutuhan kapital membuat negara membutuhkan parlemen sebagai aktor lain dunia diplomasi yang dapat melindungi kepentingan nasional dari berbagai tekanan yang menyudutkan. Manfaat diplomasi parlemen pada akhirnya harus dapat dirasakan oleh umat manusia yang mendamakan dunia yang sejahtera, adil, dan aman.
Rp 120.000 
Detail
Politik
Dinamika Pelaksanaan Urusan di Bidang Persandian Pemerintah Daerah
Penyelenggaraan pengamanan persandian adalah rangkaian kegiatan dan tindakan pencegahan atau penanggulangan yang dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan untuk melindungi kelangsungan persandian dari segala hakekat ancaman dan gangguan dalam satu kesatuan Sistem Persandian Negara. Pengelolaan persandian di pemerintah daerah dapat dikategorikan bersifat spesifik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  Meskipun bersifat spesifik, bukan berarti publik dilarang untuk mengawasi pengelolaannya agar tidak terjadi penyalahgunaan. Dengan dimensi pengaturan yang dianut dalam kebebasan Informasi publik, informasi dan transaksi elektronik, serta substansi pengecualian kerahasiaan negara, maka pemda bukan tidak mungkin berada dalam dilema untuk mengelolanya lebih lanjut di tingkat kewenangan yang ada. Hal ini mengingat dibandingkan pemerintah pusat, maka pemerintah daerah cenderung lebih besar muatan tuntutan keterbukaan informasinya bagi publik. Persandian sebagai upaya untuk mengamankan, melindungi dan menjamin orisinalitas sebuah berita atau dokumen pemerintah merupakan hal yang amat penting dalam era serba teknologi informasi saat ini. Modernisasi pemerintahan akan sangat bergantung dan didukung oleh penggunaan teknologi infomrasi di segala aspek mulai dari administrasi perkantoran (e-office), perencanaan (e-planning), keuangan (e-budgetting) dan fungsi pemerintahan lainnya. Penggunaan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah akan menghadapi beberapa resiko seperti penyadapan, hacking dan berbagai ancaman lainya. Adanya ancaman dalam pengelolaan pemerintahan yang berbasis teknologi informasi (e-government) tersebut membuat pengelolaan persandian oleh pemerintah daerah menjadi terasa lebih penting. Persandian sebagai urusan pemerintahan yang bersifat wajib dan tidak tergolong pelayanan dasar adalah salah satu instrumen pemda dalam menjaga integrasi bangsa. Masalahnya, adalah pola penggunaan teknologi informasi belum dilakukan secara penuh dan masih dilakukan secara manual. Bahkan bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara politis cara pandang penyelesaian dan pencegahan gangguan keamanan, kadangkala masih menggunakan pola yang konservatif. Meskipun otonomi kabupaten/kota semakin menguat aspirasi dan kewenangannya, tetapi praktek demokrasi deliberatif belum berjalan secara penuh dan masih sebatas di tingkat elitis atau bahkan serimonial. Ketidakmerataan kegiatan persandian di daerah juga disebabkan dari tidak seragamannya pemahaman pemda terhadap kriteria informasi yang masuk dalam kategori disandikan. Hal ini yang menyebabkan timbulnya subjektivitas persandian yang terbatas pada tujuan menjaga kerahasiaan informasi semata. Urusan persandian bagi pemerintah daerah memegang peranan yang cukup penting, terutama dikaitkan dengan bagiamana keamanan atau kerahasiaan data dan informasi pemerintah daerah dapat terlindungi. Namun disisi yang lain, urusan persandian juga berhadapan dengan era keterbukaan informasi yang sudah meliputi semua aspek kehidupan bermasyarakat. Penataan pengaturannya harus baik dan lengkap, karena persandian harus berhadapan dengan bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jalannya pemerintah daerah yang bersih dan terbuka.
Rp 55.000 
Detail
Pangan
Metode dan Analisis Uji Indrawi
Buku “METODE DAN ANALISIS UJI INDRAWI” ini memuat dasar ilmiah yang mendasari pengertian sifat indrawi beserta berbagai metode uji indrawi dan analisis data ujinya. Buku ini juga berisi berbagai hal tentang pengertian uji indrawi, jenis sifat indrawi, penyelenggaraan penilaian indrawi, dan pelaksanaan metode uji indrawi beserta beberapa cara analisis data hasil uji indrawinya.  
Rp 132.000 
Detail
Pemasaran
Kiat Sukses Seorang Pemasar Bank
Buku ini ditujukan untuk semua orang yang akan dan sudah menjadi pemasar di bank serta dapat memberikan inspirasi bagi mereka yang ti dak berkerja di bank, baik di bisnis ritel, manufaktur, maupun unit usaha yang berhubungan erat dengan kemasan dimensi kualitas layanan.
Rp 59.000 
Detail
Pangan
Terobosan Inovasi Teknologi Produk dan By-Product Ikan Lele (Clarias gariepinus) Pangan Bergizi Ting
Buku ini disusun mengenai Terobosan Inovasi Teknologi Produk dan by-Product Ikan Lele (Clarias gariepinus) Pangan Bergizi Tinggi Solusi Masalah Gizi Masyarakat. Besar harapannya buku ini dapat bermanfaat sebagai referensi diversifikasi produk olahan dari Ikan Lele ke depannya. Selain kandungan daging lele yang berprotein tinggi, bagian-bagian tubuh lele dapat diperhitungkan gizinya setelah menjadi olahan lain. Pembuatan tepung ikan berbahan dasar ikan lele dumbo dapat menjadi suatu bentuk alternatif bahan pangan. Karena bentuknya berupa tepung, tepung ikan lele diharapkan dapat diterapkan sebagai bahan pangan secara luas misalnya menjadi bahan tambahan pada pembuatan biskuit.
Rp 95.000 
Detail
Teknologi
RUMAS: Pengetahuan Baru bagi Kesejahteraan Masyarakat
RUMAS didefinisikan sebagai “pengetahuan baRU bagi kesejahteraan MASyarakat yang berkembang dari masa ke masa sesuai tuntutan dinamika pada masanya”. Buku ini mendiskusikan serba-serbi RUMAS berdasarkan catatan dari pengalaman penulis selama bekerja di universitas dan catatan penelitian di dalam masyarakat.  
Rp 60.000 
Detail
Kelautan
Penuntun Praktikum Teknologi Industri Tumbuhan Laut
-
Rp 35.000 
Detail
Statistika
Teknik Eksplorasi Data yang harus dikuasai data scientist
Buku ini disusun untuk memberikan landasan yang cukup bagi para statistisi dan data scientist muda dalam melakukan eksplorasi data sebagai upaya mengenali pola pada data dan berbagai informasi dasar lain yang menarik menggunakan statistik dan plot sederhana. Pengenalan terhadap pola ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi sekaligus penunjuk arah dalam melakukan analisis dan pemodelan lebih lanjut, baik itu pemodelan statistika maupun pemodelan machine learning.  
Rp 145.000 
Detail
Baca Buku