|
![]() |
|---|


Terbitnya buku alih aksara dan terjemahan baron Sakendher yang disusun oleh Nobuyoshi Okai, membuktikan keseriusan dalam mempelajari bahasa dan sastra klasik jawa. baron Sakendher, cerita rakyat Spanyol versi jawa, ceritanya dikaitkan dengan sejarah Jawa (mataram) dan kedatangan bangsa Belanda di batavia. Alih aksara dan terjemahan buku baron sakendher dikerjakan secara ilmiah, dengan menyertakan catatan kaki dan menyebutkan sumber rujukan yang digunakan dalam pekerjaannya, padahal ia bukan ilmuwan. Diharapkan apa yang dilakukan Nobuyoshi Okai ini dapat menyadarkan generasi muda Indonesia, khususnya kaum muda suku Jawa untuk mau belajar dan mengenali kembali karya sastra klasik Jawa, karena di dalamnya tercermin etika, adat istiadat dan budaya jawa yang luhur dan indah. Jika orang asing saja dapat melihat dan menghargai karya sastra ciptaan nenek moyang orang Jawa, apakah generasi muda suku Jawa lebih suka melupakan dan mengagumi karya dan budaya asing?

Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu) tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius. Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh unik: Yitno-pemimpin golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung tengkek yang aneh seperti pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.
















Di negara-negara yang telah maju ekonomi dan demokrasinya, diplomasi parlemen telah lebih seabad lebih lamanya dipraktikkan untuk pencapaian kepentingan nasional di dunia internasional. Para anggota parlemen adalah bagian dari pelaku diplomasi, yang terbagi atas aktor negara dan non-negara, berkelompok dan individual, terkordinasi dan lepas, serta menjalankan first track diplomacy atau second track diplomacy. Mereka dapat memainkan perannya secara formal dan tidak untuk kepentingan individual, nasional, kawasan, dan internasional.
Peran anggota parlemen sebagai messengers negara yang penting, berbeda dengan primitive diplomats, yang dalam perkembangan hubungan internasional yang tidak lagi konvensional, mereka turut memainkan peran penting dalam kegiatan yang disebut sebagai lobi, perundingan atau negosiasi. Pemain baru bermunculan, karena munculnya kebutuhan aktor lain diplomasi di negara-negara yang melakukannya. Meningkatnya pelanggaran HAM dan kebutuhan kapital membuat negara membutuhkan parlemen sebagai aktor lain dunia diplomasi yang dapat melindungi kepentingan nasional dari berbagai tekanan yang menyudutkan. Manfaat diplomasi parlemen pada akhirnya harus dapat dirasakan oleh umat manusia yang mendamakan dunia yang sejahtera, adil, dan aman.







Terbitnya buku alih aksara dan terjemahan baron Sakendher yang disusun oleh Nobuyoshi Okai, membuktikan keseriusan dalam mempelajari bahasa dan sastra klasik jawa. baron Sakendher, cerita rakyat Spanyol versi jawa, ceritanya dikaitkan dengan sejarah Jawa (mataram) dan kedatangan bangsa Belanda di batavia. Alih aksara dan terjemahan buku baron sakendher dikerjakan secara ilmiah, dengan menyertakan catatan kaki dan menyebutkan sumber rujukan yang digunakan dalam pekerjaannya, padahal ia bukan ilmuwan. Diharapkan apa yang dilakukan Nobuyoshi Okai ini dapat menyadarkan generasi muda Indonesia, khususnya kaum muda suku Jawa untuk mau belajar dan mengenali kembali karya sastra klasik Jawa, karena di dalamnya tercermin etika, adat istiadat dan budaya jawa yang luhur dan indah. Jika orang asing saja dapat melihat dan menghargai karya sastra ciptaan nenek moyang orang Jawa, apakah generasi muda suku Jawa lebih suka melupakan dan mengagumi karya dan budaya asing?

Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu) tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius. Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh unik: Yitno-pemimpin golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung tengkek yang aneh seperti pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.
















Di negara-negara yang telah maju ekonomi dan demokrasinya, diplomasi parlemen telah lebih seabad lebih lamanya dipraktikkan untuk pencapaian kepentingan nasional di dunia internasional. Para anggota parlemen adalah bagian dari pelaku diplomasi, yang terbagi atas aktor negara dan non-negara, berkelompok dan individual, terkordinasi dan lepas, serta menjalankan first track diplomacy atau second track diplomacy. Mereka dapat memainkan perannya secara formal dan tidak untuk kepentingan individual, nasional, kawasan, dan internasional.
Peran anggota parlemen sebagai messengers negara yang penting, berbeda dengan primitive diplomats, yang dalam perkembangan hubungan internasional yang tidak lagi konvensional, mereka turut memainkan peran penting dalam kegiatan yang disebut sebagai lobi, perundingan atau negosiasi. Pemain baru bermunculan, karena munculnya kebutuhan aktor lain diplomasi di negara-negara yang melakukannya. Meningkatnya pelanggaran HAM dan kebutuhan kapital membuat negara membutuhkan parlemen sebagai aktor lain dunia diplomasi yang dapat melindungi kepentingan nasional dari berbagai tekanan yang menyudutkan. Manfaat diplomasi parlemen pada akhirnya harus dapat dirasakan oleh umat manusia yang mendamakan dunia yang sejahtera, adil, dan aman.































































































































































































































































































































































































































































IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi.
Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.