ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Buku Pilihan lihat semua
Ilmu Logam...
Teknologi
Rp. 64.000
Teknologi Hasil Ternak...
Teknologi
Rp. 105.000
Kamus Kehutanan...
Kehutanan
Rp. 150.000
Sifat Mekanis Kayu...
Kehutanan
Rp. 95.000
Produksi Bersih...
Kehutanan
Rp. 59.000
Sagu di Lahan Gambut...
Kehutanan
Rp. 55.000
Interpretasi Alam...
Kehutanan
Rp. 30.000
Jamur Berkhasiat Obat...
Kesehatan
Rp. 35.000
Out of Shadow...
Kesehatan
Rp. 59.000
Sosiologi Kesehatan...
Kesehatan
Rp. 55.000
Atlas of Normal Radiography...
Kedokteran Hewan
Rp. 270.000
Go Global Reputation...
Keluarga
Rp. 100.000
Commuter Marriage...
Keluarga
Rp. 55.000
Syariah Islamiyah...
Agama Islam
Rp. 70.000
Islam Apa Adanya...
Agama Islam
Rp. 39.000
Baranangsiang...
Biografi
Rp. 140.000
Pengantar Peluang...
Statistika
Rp. 69.000
Aplikasi Metode SEM-PLS...
Matematika
Rp. 95.000
Pengantar Peluang...
Matematika
Rp. 69.000
Matematika untuk fisika...
Matematika
Rp. 69.000
Pengantar Teori Peluang...
Matematika
Rp. 40.000
Haji Ramah Lingkungan...
Lingkungan
Rp. 55.000
Ekotoksikologi Akuatik...
Lingkungan
Rp. 77.000
Fisika Komputasi...
Fisika
Rp. 60.000
EKOLOGI PAPUA...
Biologi
Rp. 135.000
Biokimia Fisik...
Biologi
Rp. 120.000
Monitoring dan Evaluasi...
Komunikasi
Rp. 55.000
DEMOKRASI DALAM CERMIN...
Sosial & Politik
Rp. 80.000
ASEAN Di Persimpangan Sejarah...
Sosial & Politik
Rp. 55.000
Asas Moral Politik...
Sosial & Politik
Rp. 70.000
Krisis Kebebasan...
Filsafat
Rp. 65.000
Diplomasi Parlemen...
Sosial
Rp. 120.000
Orang Serampas...
Sosial
Rp. 90.000
Data Desa Presisi...
Sosial
Rp. 65.000
Jejak Mimpi anak Negeri...
Pendidikan
Rp. 60.000
Jejak Inspirasi...
Pendidikan
Rp. 47.000
Daun-Daun Berserakan...
Pendidikan
Rp. 135.000
Kratos Minus Demos...
Politik
Rp. 80.000
Malam...
Sastra
Rp. 25.000
Jiwa-Jiwa Mati...
Sastra
Rp. 85.000
Empat Kepak Sayap...
Sastra
Rp. 90.000
Candide...
Sastra
Rp. 65.000
Calon Arang...
Sastra
Rp. 95.000
Bujang Tan Domang...
Sastra
Rp. 85.000
Budaya Minum di Indonesia...
Antropologi
Rp. 195.000
Kain Cinta Tanpa Batas...
Antropologi
Rp. 70.000
Lion Bird...
Anak-Anak
Rp. 35.000
Bird Tree...
Anak-Anak
Rp. 55.000
Kisah Sosiologi...
Sosiologi
Rp. 87.000
Merchandise lihat semua
Jasa Penerbitan lihat semua

IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi. Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.

Fisika
Modul Pratikum Getaran dan Gelombang
Modul Praktikum Getaran dan Gelombang menjadi acuan bagi mahasiswa Jurusan Fisika Institut Pertanian Bogor dalam melaksanakan praktikum untuk mendukung mata kuliah Gelombang. Pembahasan pada modul ini meliputi Pegas Tunggal, Pegas Terkopel, Bandul Matematis, Bandul Fisis, Gelombang Berdiri pada Tali, Gelombang Berdiri pada Kolom Udara (resonansi), dan Gelombang Mikro (difraksi). Pembahasan dari materi ini bertujuan untuk memperkuat teori yang diberikan di kuliah
Rp 24.000 
Detail
Anak-Anak
Seri Buku Anak GPS; Budi Beruang yang Rajin
Budi beruang yang rajin.   Budi sangat senang membantu seluruh keluarganya.
saat ini iya adalah seorang yang membutuhkan pertolongan. Kira-kira siapa yang akan datang membantunya?
Rp 30.000 
Detail
Ekonomi
Daya Saing dan Inklusivitas Perbankan dalam Mendorong Pengembangan UMKM di Sektor Perikanan
Dengan menggunakan pendekatan eksploratif, bunga rampai ini menguoas dan menganalisis tingkat daya saing lembaga keuangan perbankan bagi UMKM di sector perikanan. Pendekatan manajemen keuangan perbankan digunakan untuk melihat bagaimana pola pendekatan serta kinerja lembaga keuangan dalam menyediakan akses keuangan mikro kepada UMKM. Di samping itu kajian ini juga akan mengguanakan pendekatan analisis kebijakan untuk mengkaji kebijakan pemerintah/BI/OJK yang terkait dengan lembaga keuangan maupun kebijakan-kebijakan lainnya yang mendorong pengembangan UMKM. Oleh sebab itu objek yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini yaitu lembaga keuangan dan UMKM. Lembaga keuangan yang dimaksud adalah lembaga keuangan perbankan (bank komersial maupun bank mikro seperti Bank Perkreditan Rakyat). Sedangkan UMKM yang akan dikaji adalah para pelaku usaha yang bergerak di sector perikanan yang dibatasi berdasarkan skala usaha mikro kecil dan menengah. Sektor perikanan yang dimaksud dalam penelitian ini diartikan luas, misalnya para pelaku UMKM yang bekerja sebagai nelayan, pengadaan kapal, pengadaan alat tangkap, fasilitas pendaratan ikan, pabrik es, transportasi hasil perikanan maupun yang berinvestasi di bidang pemasaran hasil perikanan, dan sebagainya.
Rp 150.000 
Detail
Sastra
Ketika hitam dikatakan putih dan sajak tetap bersuara: sajak-sajak malaysia–indonesia
Menghimpun sajak-sajak dari para penulis di nusantara ini bu­kan sekadar upaya seni, melainkan merupakan suatu usaha un­tuk merangkum kebhinekaan suara di suatu sudut bumi Tuhan ini. Para penulis yang berada di dalam buku ini berasal dari pelbagai daerah dan wilayah nusantara atau alam Melayu. Mereka penghuni dari pelbagai daerah dan pulau yang didatangi oleh kolonialis yang mencari rempah dan hasil bumi seperti bijih timah sejak ratusan tahun yang lalu dari Portugal, Inggris, Belanda,dan Spanyol. Kita menghadirkan suara penyair Aceh, Kuala Lumpur, Jakarta, Perlis, Negeri Sembilan, Bandung, Perak, Pahang, dan Tasikmalaya. Buku ini juga menampilkan sajak-sajak dari D. Zawawi Imron, penyair dan ulama dari Pulau Madura, Sofyan Daud dari Pulau Ternate, hingga Siti Zainon Ismail yang pernah bermukim di Gombak, dan di Yogjakarta. Namun, ini tidak bermakna bahwa mereka “mewakili” wilayah atau sektor tertentu. Ada dari penulis ini yang berlatar belakang pengkajian seni, undang-undang atau hukum, ahli akademik, dan lain-lain. Begitu juga, selain penyair lelaki, ada penyair perempuan, seperti Mahaya Mohd Yassin, D. Kemalawati, Ratna Ayu Budhiarti, dan Rukmi Wisnu Wardani. Di samping itu, mereka melintasi generasi dari yang berumur 20-an, 30-an, sampai yang berumur 70-an.
Rp 80.000 
Detail
Sosial
The Fall Down of Our Insurance: The Downturn of AJB Bumiputera 1912 - a sheer road to guard the nati
The idea of this book has been long written after our leaving as Independent Commissioner of AJB Bumiputera 1912 in 2012–2013. However, being busy with various activities did not make our will sodden to publish this book. This book is the proof for Indonesian’s legacy which will be beautifully formulated in our constitution. It is aimed that the economy be structured as a joint effort based on the principle of kinship as a form of people driven economy which is based on cooperation.
Rp 200.000 
Detail
Filsafat
Krisis Kebebasan
Kebebasan bagi Albert Camus bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Dengan ini Albert Camus ingin menegaskan bahwa dalam rezim apapun, apalagi yang paling totaliter dan represif, kita jangan bermimpi akan memperoleh kebebasan secara cuma-cuma. Kebebasan tersebut harus diperjuangkan. Sayangnya lebih sering penguasa menindas kebebasan tersebut, sehingga cendekiawan, seniman, dan pers yang diandalkan adalah kelompok paling depan dalam memperjuangkan kebebasan pun akan menjadi bungkam. Inilah yang menimbulkan krisis kebebasan.
Buku ini berisi kumpulan karangan Albert Camus yang bertemakan kebebasan dan krisis yang melanda manusia dalam memperjuangkan kebebasannya. Karangan-karangan di dalam buku ini merupakan renungan yang sangat mendalam akan krisis kebebasan yang melanda zaman kita ini. Lewat karangan-karangan ini kita digugah untuk memperjuangkan kebebasan tersebut, kalau kita tidak ingin krisis melanda kita. Sebuah buku yang sangat patut dibaca oleh para cendekiawan, seniman, wartawan, politisi. Pendeknya semua pembaca yang berhak atas kebebasan.
Rp 65.000 
Detail
Merchandise
Paket Idcard+lanyard
Paket Nametag , Tali lanyard+holder plastik+idcard , Tali lanyard bisa custom dengan desain logo sendiri proses pengerjaan sublim press , Idcard bahan PVC cetakan 1 sisi atau 2 sisi Minimal pemesanan 50pcs
Rp 25.000 
Detail
Kehutanan
Pengantar Ilmu Kehutanan, Kehutanan sebagai Ilmu Pengetahuan, Kegiatan, dan Bidang Pekerjaan Edisi 2
-
Rp 70.000 
Detail
Kehutanan
Kekuatan Material (Teori, Contoh Kasus, dan Penyelesaian)
-
Rp 53.000 
Detail
Sosial & Politik
ASEAN Di Persimpangan Sejarah
Dekade ini adalah masa yang istimewa bagi ASEAN. Pada periode ini Negara-negara anggota ASEAN menyepakati untuk melompat lebih jauh dalam upaya mempererat ASEAN 2015 (ASEAN Community 2015). Tidak hanya itu, dinamika internal tersebut juga dilingkupi beragam perubahan besar di tingkat global maupun regional, seperti kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi dan politik dunia, upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kembali dirinya di kawasan Asia timur, termasuk Asia Tenggara, yang sangat strategis. Buku ini mengajak kita melihat kompleksitas perkembangan ASEAN dengan melihat secara seksama tiga isu penting; pengaruh perubahan dalam sistem politik internasional, agenda demokratisasi ASEAN, serta laju liberalisasi serta intergrasi ekonomi di kawasan.
Rp 55.000 
Detail
Teknologi
Ilmu Logam
“Ilmu Logam” merupakan buku panduan mahasiswa teknik mesin. Isi buku mengenal dan memahami serta menguasai proses pengolahan logam dari awal sampai menjadi logam yang bermanfaat sesuai kemajuan teknologi saat ini. Logam merupakan teknologi dasar yang selalu berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi mutakhir dan masa depan.  
Rp 64.000 
Detail
Sosial
Ke Timur Haluan Menuju: Studi Pendahuluan tentang Integrasi Sosial, Jalur Perdagangan, Adat, dan Pemuda di Kepulauan Maluku
Kawasan Indonesia Timur secara historis pernah men­jadi pusat perhatian dunia sejak abad ke-17 sampai kurang lebih akhir abad ke-18. Kayu cendana, kayu manis, cengkih, pala, dan fuli atau lawang menja­di komoditas yang sangat mahal harganya di pasar internasional di Eropa waktu itu. Tapi sejak Belan­da memilih Pulau Jawa sebagai pusat politik dan ekonominya, kawasan ini menjadi wilayah yang terus-menerus mengala­mi marginalisasi politik dan ekonomi sampai dekade-dekade awal abad ke-21 saat ini.   Setelah dua dekade Orde Baru Suharto berakhir, ada banyak hal yang sudah berubah di Maluku dan kawasan Indonesia Timur pada umumnya. Jumlah kabupaten/kota bertambah tapi kontribusinya pada perekono­mian di wilayah terebut tidaklah terlalu besar. Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan bahwa Indonesia Timur adalah masa depan kita. Di luar tafsiran-tafsiran politik atas pernyataan tersebut, kita sudah harus lebih serius mempertimbangkan ke arah mana haluan masa depan In­donesia menuju. Dengan berbagai pertimbangan rasional kita bisa mulai mendiskusikan apakah masa depan Indonesia akan tetap diproyeksikan ke wilayah-wilayah di barat, di Jawa terutama, yang cenderung sudah overpopulated, atau justru sebaliknya mengarah ke timur yang selama ini cenderung diabaikan. Secara metaforik pertanyaannya adalah apa­kah kita akan menetapkan masa depan Indonesia di tempat senja datang dan matahari terbenam ataukah kita akan memilih melabuhkan bahtera harapan bagi masa depan yang masih muda remaja di tempat terbitnya matahari pagi.
Rp 160.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 1
Sekali waktu, ketika dunia ini masih kosong belum berpenghuni, Patotoqé di istana Boting Langiq (kerajaan langit) bangkit dari tidurnya dan menyaksikan sang penjaga ayam kesayangannya, Rukkelleng Mpoba bersaudara, tidak nampak. Alangkah murkanya Patotoqé, dan memerintahkan pengawal untuk mencarinya. Ketika Rukkelleng Mpoba bersaudara datang, mereka langsung sembah sujud di hadapan Patotoqé  dan berkata:  “Kami baru saja pulang dari bumi memperlagakan kilat dan guntur, Tuanku, dan menyaksikan tidak ada satu pun manusia di dalamnya, tidak ada arti kekuasaan dan ketuhananmu tanpa ada manusia yang menyembahmu”. Sejenak Patotoqé terpekur dan berkata dalam hati: “Betul juga apa kata Rukkelleng Mpoba itu”. Maka ia pun memerintahkan mengadakan musyawarah agung di Boting Langiq, untuk memutuskan siapakah putranya yang akan diturunkan di dunia untuk menghuni dunia yang kosong, agar ada manusia yang menyembahnya. Dalam pertemuan tersebut diputuskan untuk mengirim putra Patotoqé bernama La Togeq Langiq, yang setelah di dunia bernama Batara Guru. Patotoqé menurunkan pula seluruh warisan Batara Guru di langit termasuk istana, selir-selir, pasukan, pengawal, dayang-dayang,  pendeta-pendeta bissu, sanro (dukun), dan para pelayan yang kelak akan menghibur, menemani, dan melayani  Batara Guru agar ia betah dan bertahan hidup di bumi. Batara Guru dijodohkan dengan putri Dewi Sinauq Tojang dari Buriq Liu/Pérétiwi (kerajaan bawah laut), bernama Wé Nyiliq Timoq. Pertemuan, percintaan, dan perkawinan Batara Guru dengan sang putri dari istana bawah laut ini, penuh dengan kisah-kisah unik, mistis, magis, dan romantik yang secara purba menggambarkan hubungan manusia secara natural dan universal. Perkawinan dewa dari Boting Langiq dan dewi dari Buriq Liu inilah yang menghuni dunia tengah (Alé Kawaq/Alé Lino) dan diyakini sebagai manusia pertama yang mengisi bumi dan kemudian berkembang-biak, beranak-pinak, dan  meramaikan dunia yang sekarang lebih dikenal sebagai tanah Bugis dan  manusia Bugis. Karena itulah  jilid I cerita La Galigo seperti yang ada di tangan pembaca sekarang ini disebut episode Mula Tau (awal mula penciptaan manusia). Putri pertama dewa-dewi ini bernama Wé Oddang Riuq, yang meninggal ketika berusia tujuh hari, dan dari kuburnya muncul padi menguning, itulah yang dikenal Sangiang Serri, yang kelak akan memberi kehidupan manusia. Anak kedua pasangan Batara Guru dengan We Nyiliq Timoq adalah Batara Lattuq. Di Tompoq Tikkaq hiduplah sepasang dewa-dewí́ yang bernama La Urung Mpessi dan permaisurinya Wé Pada Uleng. Keduanya mempunyai dua anak perempuan, yaitu Wé Adiluwuq dan Wé Datu Sengngeng. Sekali waktu, pasangan dewa ini sedang mempersiapkan upacara  kedatuan di Tompoq Tikkaq, tapi tak ada satu pun tamunya yang datang dari negeri seberang. La Urung Mpessi murka, dan membuang semua hidangan yang telah dipersiapkannya ke dalam sungai. Tindakan ini membuat Patotoqé marah, dan menghukumnya dengan cara mengambil nyawa suami istri tersebut, yang meninggal pada waktu bersamaan. Serta merta kedua putrinya menjadi anak yatim piatu. Penderitaan kedua anak ini bertambah, ketika seluruh harta dan warisan kedua orang tuanya diambil oleh bibinya, yang menyebabkan kedua putri ini pergi membuang diri. Setelah mengembara di hutan, atas desakan seorang utusan dari Pérétiwi, meréka pun pulang ke inang pengasuhnya di Istana Tompoq Tikkaq.
Rp 160.000 
Detail
Iktiologi
Komparatif Osteologi Tor tambroides & Tor tambra
Kajian osteologi (tulang rangka) ikan telah menarik perhatian iktiologis sejak tahun 1770. Hingga saat ini, kajian osteologi ikan terus berkembang dan mendapat perhatian kalangan iktiologis dunia. Namun sayangnya, kajian osteologi ikan masih belum begitu populer di Indonesia. Kajian osteologi ikan berperan penting membantu memahami konsep ekomorfologi dan hubungan filogenetik antarjenis ikan. Tor tambroides dan Tor tambra merupakan dua jenis ikan asli Indonesia yang hidup dominan di perairan sungai. Akan tetapi, saat ini kajian terhadap ikan ini masih terbatas pada bidang ekologi dan upaya domestikasi. Kajian lebih jauh terkait osteologi dari kedua jenis ikan ini masih belum dilaporkan. Dalam buku ini dibahas tentang distribusi, klasifikasi, dan ekologi Tor tambroides dan Tor tambra, metode pembuatan preparat tulang dan penyajian data osteologi, konsep osteologi ikan, komparatif osteologi tulang kepala, tulang belakang dan tulang anggota gerak Tor tambroides dan Tor tambra. Buku “Komparatif Osteologi Tor tambroides & Tor tambra” ini merupakan buku kedua dari trilogi buku terkait osteologi genus Tor di Indonesia yang direncanakan penulis.
Rp 70.000 
Detail
Sains & Teknologi
Ensiklopedia Bucephalandra Tanaman Hias Air Kalimantan
Buku Ensiklopedia Bucephalandra Tanaman Hias Air Kalimantan adalah buku yang di tulis tentang diversitas dari genus Bucephalandra yang sangat diminati hobiis biota air dunia. Para Hobiis sangat mencintai spesies ini karena keunikan kecantikan dan keragaman bentuk morfologinya yang eksotis. Kisah dan referensi terhadap Bucephalandra dibahas secara gamblang jelas dengan bahasa ilmiah yang ringan dan mudah dimengerti dari sejarah ditemukan genus Bucephalandra oleh penemu spesies tumbuhan (botanist), pendeskripsian spesies secara morfologi, dan secara bioteknologi dengan mengambil identitas spesies dari urutan sekues DNA dalam genomnya hingga teknik budi daya secara tradisional dan bioteknologi (Tissue Culture)
Rp 510.000 
Detail
Kehutanan
Konservasi Eksitu Satwa Liar
Sejauh ini belum ada buku yang secara khusus membahasa konsep, prinsip-prinsip yang terkait dengan berbagai aspek konservasi eksitu satwa liar yang dapat dijadikan acuan dan bahan bacaan bagi mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Buku ini memberikan gambaran tentang hal tersebut sebagai arahan pengelolaan konservasi eksitu satwa liar.
Rp 50.000 
Detail
Biologi
EKOLOGI PAPUA
Pulau Nugini adalah pulau tropis terbesar dan tertinggi, dan merupakan belantara terakhir yang terluas di Bumi. Papua yang berada di bagian barat pulau ini patut mendapat perhatian karena mempunyai gletser khatulistiwa, dataran yang tertutup hutan yang luas, hamparan pegunungan tengah yang menjulang tinggi, kepulauan Raya Ampat yang menawan, dan beberapa ratus masyarakat adat yang tinggal di hutan. Sebagian besar Papua masih dalam kondisi asli dan pengetahuan mengenai lingkungan alamnya masih sangat terbatas. Sebagai salah satu kawasan belantara yang tersisa di dunia, Papua memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang luar biasa. Saat ini, lingkungan Papua menghadapi sejumlah ancaman dari tekanan luar untuk mengeksploitasi hutan dan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan bahan bakar biofuel dalam skala sangat besar. Oleh karena itu penting sekali bagi para pemimpin di Papua untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pengelolaan sumber daya untuk kesejahteraan penduduknya yang beragam budaya dalam jangka panjang. Penulisan Ekologi Papua melibatkan 76 penulis yang merupakan pakar yang diakui secara global di bidangnya masing-masing. Mereka untuk pertama kalinya menghimpun sejumlah aspek lingkungan Papua. Buku ini dirancang untk para mahasiswa dan pemerhati konservasi, pegiat lingkungan dan peneliti akademis. Masing-masing topik diuraikan secara rinci namun padat dengan data biogeografis, referensi Sejarah, dan wawasan segar mengenai kawasan yang sangat rumit namun mengagumkan ini. Kami berharap buku ini akan mendorong tingkat kesadartahuan tentang Papua, baik pada skala global maupun lokal dan untuk menjadi katalisator bagi konservasi asset alam yang paling berharga secara efektif. Publikasi Ekologi Papua ini merupakan jilid terakhir dalam Seri Ekologi Indonesia.
Rp 135.000 
Detail
Sosial
An Inventory Of Losses - Tentang Memori dan Kehilangan Abadi
Mengapa baru ketika sesuatu hilang untuk selamanya, kita merasakan betapa besar artinya bagi kita? Mengapa sesuatu yang ditutup-tutupi - entah dalam sejarah sebuah bangsa atau dalam keluarga sendiri - bisa berdampak begitu besar? Mengapa saya tidak bisa membuang apa pun? dan mengapa hewan yang telah punah, lukisan yang dirusak, dan buku yang dibakar terasa jauh lebih menarik dan lebih memesona dibandingkan seluruh sisanya yang masih ada?   Itulah pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan keinginan dalam diri saya untuk menyusun semacam inventaris kehilangan, sebuah daftar mengenai hal-hal yang kita tahu pernah ada, tetapi kemudian lenyap - entah karena sengaja dimusnahkan atau karena menghilang begitu saja seiring berjalannya waktu.   Sebab sesuatu yang hilang-apakah orang yang disayangi atau seikat kunci- akan meninggalkan ruang realitas dan memasuki ruang mitos, berubah dari sesuatu yang faktual menjadi hal yang fiktif. Lalu muncullah peran bercerita, semua kisah dan anekdot yang membuat duka cita menjadi lebih tertahankan. Sebab bercerita itu membantu. Bercerita adalah pelipur lara terbaik dan pengalaman kehilangan, saya mendadak menyadari, adalah awal dari semua budaya.   Sebuah buku, menurut hemat saya, adalah terbaik dan terindah untuk menyimpan sesuatu. Buku seperti itulah yang ingin saya tulis dan rancang. Sebuah buku yang mengumpulkan dan menceritakan berbagai hal yang saya rindukan. Sebuah buku duka dan penghiburan. Buku yang menyoroti bukan hanya kehilangan, tetapi juga yang perolehan. Sebab tidak ada yang dapat dihadirkan kembali, namun segala sesuatu dapat dibuat agar bisa dialami lagi.
Rp 90.000 
Detail
Keluarga
Modul Ketahanan Keluarga Pekerja Migran Indonesia
-
Rp 54.000 
Detail
Pangan
Mikrobiologi Keamanan Pangan
Buku "Mikrobiologi Keamanan Pangan" membahas permasalahan keamanan pangan ditinjau dari aspek mikrobiologi. Topik yang dicakup meliputi permasalahan keamanan pangan yang diakibatkan oleh mikroorganisme patogen dan dampaknya terhadap kesehatan maupun perdagangan pangan; beban penyakit bawaan pangan; berbagai jenis bakteri patogen, virus, protozoa dan cacing penyebab penyakit bawaan pangan; patogen bawaan pangan emerging dan superbug, serta mikotoksin yang dihasilkan oleh kapang toksigenik dalam pangan. Sebanyak empat belas bakteri patogen bawaan pangan penyebab infeksi dan atau intoksikasi dibahas secara rinci termasuk klasifikasi, karakteristik pertumbuhannya dalam pangan, pengendaliannya dalam pangan dan kejadian luar biasa (outbreak) yang terkait yang pernah terjadi di dunia. Sebagai tambahan, buku ini juga membahas surveilan penyakit bawaan pangan, perkembangan metode deteksi patogen bawaan pangan, serta peran pengujian dalam meningkatkan keyakinan pada keamanan pangan.  
Rp 130.000 
Detail
Bisnis
Etika Bisnis: Pendekatan Filsafat Moral terhadap Perilaku Pebisnis Kontemporer
Kita semua tentu sepakat bahwa tidak ada orang yang mau berbisnis untuk merugi. Aturan mainnya adalah the business of business is the business! Satu-satunya urusan bisnis adalah melipatgandakan keuntungan. Persoalannya, when will it stop? Dan,  mengapa harus menjadi seorang pebisnis yang baik? Apa jaminannya dan dalam arti apa seorang pebisnis dikatakan secara moral adalah orang baik? Penulis meletakan dasar teoretis-ilmiah pada praksis bisnis kontemporer, semua tulisan dalam buku ini tidak hanya akan memampukan para mahasiswa (peneliti muda) untuk menganalisis aspek-aspek moral-etis hingga dimensi dan indikator ketika menyelesaikan tugas akhir (skripsi atau tesis), melainkan juga menawarkan sebuah gagasan baru kepada para pebisnis kontemporer bahwa berbisnis pada tataran norma-norma moral-etis tidak selamanya bersifat relatif terhadap tujuan bisnis, melainkan sangat menjanjikan keuntungan yang mengasrikan bisnis mereka
Saya mendapati buku ini memberi pencerahan karena selain didasarkan pada acuan-acuan ilmiah,  juga dibangun di atas landasan moral dan nilai. Buku ini juga mencermati konteks berbisnis di Indonesia dan isu-isu dalam praktik serta manajemen bisnis yang sedang hangat terkait dengan: lingkungan hidup, Good Corporate Governance/GCG, dan Corporate Social Responsibility/CSR.
Rp 75.000 
Detail
Sosial
Bicaralah Yang Baik-Baik
'Setelah membaca sejumlah karya-karyanya, saya melihat bahwa M.Rohanudin melalui karya puisinya, tidak hanya mencerminkan citra rasa seninya dan kehandalannya dalam memadukan kata dan makna, namun ia juga telah memperlihatkan secara nyata bukti kecintaannya kepada Ibu Pertiwi dan manusia-manusia di dalamnya, kekagumannya kepada kemajemukan di Nusantara yang menurutnya sebagai sebuah harta dan kekayaan yang perlu untuk dijaga dan dilindungi, serta memberitahukan kepada para pembacanya akan aspirasinya terhadap Indonesia yang lebih baik, yang bebas korupsi, yang harmonis dan toleran, serta berbudi-luhur dan berkeprimanusiaan. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi terbitnya buku kumpulan puisi M. Rohanudin, yang menurut saya telah mampu untuk menjadi Oase bagi mereka yang "haus" akan karya seni puisi di era yang modern dimana karya puisi menjadi semakin langka. Saya berharap bahwa karya beliau ini akan menjadi percikapan api yang tidak hanya akan dapat membakar semangat nasionalisme dan kecintaan akan negeri tercinta namun juga membangkitkan gairah untuk kembali menghidupkan dan memajukan karya seni puisi Indonesia." - Meutya Hafid, Ketua Komisi 1 DPR RI
Rp 70.000 
Detail
Biografi
Jali Merah: Dari berbagai tuturan biografis Gunawan Wiradi
Gunawan Wiradi has long been an internationally known researcher on agrarian change, agrarian politics, and agrarian social science in Indonesia and a leading voice for agrarian reform. Among some communities of intellectuals and activists, his name is legendary, associated with rigorous, foundational, and ethical research and teaching. Perhaps more than anyone in or outside Indonesia, Gunawan Wiradi has focused his scholarly and activist attention on the continuing inequities in land distribution in Java. He has been committed to finding agrarian reform mechanism that will help the rural poor. Nancy Lee Peluso, Professor and Chair, Division of Society and Environment, University of California, Berkeley Mr. Gunawan Wiradi an Indonesian leading intellectual who has great experience and ample knowledge about the problems related to the agrarian reform. He was giving a great and lifetime contribution to the development of study on agrarian problems in Indonesia. Hiroyoshi Kano, D. Ec, Professor of the Institute of Oriental Culture, University of Tokyo For more than four decades, Gunawan Wiradi has been at the forefront of efforts to bring about greater social and economic justice in Indonesia through agrarian reform. Through his incisive and courageous writings and practical engagements, he kept the flame and the promise of agrarian reform alive during an extremely repressive phase of Indonesia history. Just as he played a formative role for my generation of student, in the 1990s, Gunawan Wiradi was also a major source of inspiration for a new generation of younger scholars and activists, helping to reignite interest in agrarian reform. Gillian Hart, Professor of Geography and Chair of Development Studies, University of California, Berkeley I have known him for more than four decades and have always admired his endeavours to highlight a wide variety of agrarian issues both in his scholarly studies as well as in the public domain. His outstanding contribution in academic meetings (conference, workshop as well as class room teaching) are paralleled by his dedication to reach out to a wider audience which led him to share his scholarly expertise with the staff of NGOs. All these efforts have added to his widely acclaimed reputation as a public intellectual. Jan Breeman, Profesor Emeritus and Fellow of the Amsterdam School for Social Science Research GWR seorang aktivis dan pejuang tulen. Sebagai seorang pejuang, api semangat yang menyala menerangi orang-orang di sekelilingnya termasuk saya sebagai pemula. Dalam dunia kita sekarang, hampir tidak pernah saya menemukan seorang akademisi sekaligus pejuang sejati seperti itu. Saiful Bahari, Aktivis Reforma Agraria
Rp 160.000 
Detail
Sosial
Geliat Kritis dalam Penelitian Sosial: Catatan Para Peneliti
Buku ini membangkitkan harapan yang besar bahwa akan lahir dan menguatnya pengetahuan yang berakar pada pengalaman Indonesia untuk dunia. Para penulisnya datang dari latar keilmuan yang berbeda-beda, dari manajemen, sains-teknologi, sampai psikologi dan sastra. Mereka menggeluti persoalan lapangan yang beraneka, dari korupsi sampai autisme, dengan satu pijakan yang sama: perspektif kritis. Pengetahuan yang terbangun lahir dari empati, pergulatan diri, refleksi atas kesulitan dan kesalahan. Inilah akar pengetahuan sejati. (Melani Budianta, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia) Buku ini membawa semangat baru dari para ilmuwan muda dengan pemikiran kekinian tentang pentingnya data berbasis local-specific, membumi dan bersifat naturalis-humanis. Buku ini wajib menjadi referensi bagi para mahasiswa, akademisi, pelaku pembangunan, dan para pembuat kebijakan dari berbagai disiplin ilmu. (Emy Susanti, Guru Besar Sosiologi Gender, Universitas Airlangga) Buku ini berupaya menghadirkan hasil-hasil penelitian yang bukan saja anti-mainstream, tetapi bernuansa kritis. Hasil kerja keras para peneliti yang harus dihargai adalah upayanya untuk menemukan pengertian “kritis” dari berbagai hasil penelitian tersebut.  (Heru Nugroho, Guru Besar Sosiologi UGM) Ditulis oleh peneliti dari generasi muda, buku ini mencerminkan pendekatan penelitian terbaru dari berberapa disiplin. Buku ini akan sangat berguna sebagai pedoman untuk penelitian non-positivist di bidang seperti psikologi, manajemen, pendidikan, perencanaan dan kebijakan publik. Buku ini bisa membantu mahasiswa yang ingin menggunakan pendekataan yang menyegarkan yang akan semakin memajukan dunia penelitian di Indonesia. (Kate McGregor, Associate Professor of Southeast Asian History, The University of Melbourne) This book provides a fine introduction to critical studies in social research. It will be particularly useful for those in disciplines such as education, management and psychology, where quantitative and positivist approaches still dominate. It explains concepts such as critical thinking, reflexivity, discursive analysis and positionality in an engaging, persuasive and sometimes quite personal way. (Lyn Parker, Professor of Asian Studies, The University of Western Australia) This collection of essays represents the intellectual journeys of a new generation of Indonesian academics. In a refreshingly personal, open and honest manner, the authors reflect on the multiple practical and scholarly challenges involved in conducting qualitative research. They not only identify a broad range of urgent research topics and interdisciplinary approaches, but also try the bridge the gaps between academia, bureaucracy and everyday life. (Edwin Jurriens, Senior Lecturer in Indonesian Studies, The University of Melbourne)
Rp 80.000 
Detail
Fisika
Modul Pratikum Getaran dan Gelombang
Modul Praktikum Getaran dan Gelombang menjadi acuan bagi mahasiswa Jurusan Fisika Institut Pertanian Bogor dalam melaksanakan praktikum untuk mendukung mata kuliah Gelombang. Pembahasan pada modul ini meliputi Pegas Tunggal, Pegas Terkopel, Bandul Matematis, Bandul Fisis, Gelombang Berdiri pada Tali, Gelombang Berdiri pada Kolom Udara (resonansi), dan Gelombang Mikro (difraksi). Pembahasan dari materi ini bertujuan untuk memperkuat teori yang diberikan di kuliah
Rp 24.000 
Detail
Anak-Anak
Seri Buku Anak GPS; Budi Beruang yang Rajin
Budi beruang yang rajin.   Budi sangat senang membantu seluruh keluarganya.
saat ini iya adalah seorang yang membutuhkan pertolongan. Kira-kira siapa yang akan datang membantunya?
Rp 30.000 
Detail
Ekonomi
Daya Saing dan Inklusivitas Perbankan dalam Mendorong Pengembangan UMKM di Sektor Perikanan
Dengan menggunakan pendekatan eksploratif, bunga rampai ini menguoas dan menganalisis tingkat daya saing lembaga keuangan perbankan bagi UMKM di sector perikanan. Pendekatan manajemen keuangan perbankan digunakan untuk melihat bagaimana pola pendekatan serta kinerja lembaga keuangan dalam menyediakan akses keuangan mikro kepada UMKM. Di samping itu kajian ini juga akan mengguanakan pendekatan analisis kebijakan untuk mengkaji kebijakan pemerintah/BI/OJK yang terkait dengan lembaga keuangan maupun kebijakan-kebijakan lainnya yang mendorong pengembangan UMKM. Oleh sebab itu objek yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini yaitu lembaga keuangan dan UMKM. Lembaga keuangan yang dimaksud adalah lembaga keuangan perbankan (bank komersial maupun bank mikro seperti Bank Perkreditan Rakyat). Sedangkan UMKM yang akan dikaji adalah para pelaku usaha yang bergerak di sector perikanan yang dibatasi berdasarkan skala usaha mikro kecil dan menengah. Sektor perikanan yang dimaksud dalam penelitian ini diartikan luas, misalnya para pelaku UMKM yang bekerja sebagai nelayan, pengadaan kapal, pengadaan alat tangkap, fasilitas pendaratan ikan, pabrik es, transportasi hasil perikanan maupun yang berinvestasi di bidang pemasaran hasil perikanan, dan sebagainya.
Rp 150.000 
Detail
Sastra
Ketika hitam dikatakan putih dan sajak tetap bersuara: sajak-sajak malaysia–indonesia
Menghimpun sajak-sajak dari para penulis di nusantara ini bu­kan sekadar upaya seni, melainkan merupakan suatu usaha un­tuk merangkum kebhinekaan suara di suatu sudut bumi Tuhan ini. Para penulis yang berada di dalam buku ini berasal dari pelbagai daerah dan wilayah nusantara atau alam Melayu. Mereka penghuni dari pelbagai daerah dan pulau yang didatangi oleh kolonialis yang mencari rempah dan hasil bumi seperti bijih timah sejak ratusan tahun yang lalu dari Portugal, Inggris, Belanda,dan Spanyol. Kita menghadirkan suara penyair Aceh, Kuala Lumpur, Jakarta, Perlis, Negeri Sembilan, Bandung, Perak, Pahang, dan Tasikmalaya. Buku ini juga menampilkan sajak-sajak dari D. Zawawi Imron, penyair dan ulama dari Pulau Madura, Sofyan Daud dari Pulau Ternate, hingga Siti Zainon Ismail yang pernah bermukim di Gombak, dan di Yogjakarta. Namun, ini tidak bermakna bahwa mereka “mewakili” wilayah atau sektor tertentu. Ada dari penulis ini yang berlatar belakang pengkajian seni, undang-undang atau hukum, ahli akademik, dan lain-lain. Begitu juga, selain penyair lelaki, ada penyair perempuan, seperti Mahaya Mohd Yassin, D. Kemalawati, Ratna Ayu Budhiarti, dan Rukmi Wisnu Wardani. Di samping itu, mereka melintasi generasi dari yang berumur 20-an, 30-an, sampai yang berumur 70-an.
Rp 80.000 
Detail
Sosial
The Fall Down of Our Insurance: The Downturn of AJB Bumiputera 1912 - a sheer road to guard the nati
The idea of this book has been long written after our leaving as Independent Commissioner of AJB Bumiputera 1912 in 2012–2013. However, being busy with various activities did not make our will sodden to publish this book. This book is the proof for Indonesian’s legacy which will be beautifully formulated in our constitution. It is aimed that the economy be structured as a joint effort based on the principle of kinship as a form of people driven economy which is based on cooperation.
Rp 200.000 
Detail
Filsafat
Krisis Kebebasan
Kebebasan bagi Albert Camus bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Dengan ini Albert Camus ingin menegaskan bahwa dalam rezim apapun, apalagi yang paling totaliter dan represif, kita jangan bermimpi akan memperoleh kebebasan secara cuma-cuma. Kebebasan tersebut harus diperjuangkan. Sayangnya lebih sering penguasa menindas kebebasan tersebut, sehingga cendekiawan, seniman, dan pers yang diandalkan adalah kelompok paling depan dalam memperjuangkan kebebasan pun akan menjadi bungkam. Inilah yang menimbulkan krisis kebebasan.
Buku ini berisi kumpulan karangan Albert Camus yang bertemakan kebebasan dan krisis yang melanda manusia dalam memperjuangkan kebebasannya. Karangan-karangan di dalam buku ini merupakan renungan yang sangat mendalam akan krisis kebebasan yang melanda zaman kita ini. Lewat karangan-karangan ini kita digugah untuk memperjuangkan kebebasan tersebut, kalau kita tidak ingin krisis melanda kita. Sebuah buku yang sangat patut dibaca oleh para cendekiawan, seniman, wartawan, politisi. Pendeknya semua pembaca yang berhak atas kebebasan.
Rp 65.000 
Detail
Merchandise
Paket Idcard+lanyard
Paket Nametag , Tali lanyard+holder plastik+idcard , Tali lanyard bisa custom dengan desain logo sendiri proses pengerjaan sublim press , Idcard bahan PVC cetakan 1 sisi atau 2 sisi Minimal pemesanan 50pcs
Rp 25.000 
Detail
Kehutanan
Pengantar Ilmu Kehutanan, Kehutanan sebagai Ilmu Pengetahuan, Kegiatan, dan Bidang Pekerjaan Edisi 2
-
Rp 70.000 
Detail
Kehutanan
Kekuatan Material (Teori, Contoh Kasus, dan Penyelesaian)
-
Rp 53.000 
Detail
Sosial & Politik
ASEAN Di Persimpangan Sejarah
Dekade ini adalah masa yang istimewa bagi ASEAN. Pada periode ini Negara-negara anggota ASEAN menyepakati untuk melompat lebih jauh dalam upaya mempererat ASEAN 2015 (ASEAN Community 2015). Tidak hanya itu, dinamika internal tersebut juga dilingkupi beragam perubahan besar di tingkat global maupun regional, seperti kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi dan politik dunia, upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kembali dirinya di kawasan Asia timur, termasuk Asia Tenggara, yang sangat strategis. Buku ini mengajak kita melihat kompleksitas perkembangan ASEAN dengan melihat secara seksama tiga isu penting; pengaruh perubahan dalam sistem politik internasional, agenda demokratisasi ASEAN, serta laju liberalisasi serta intergrasi ekonomi di kawasan.
Rp 55.000 
Detail
Teknologi
Ilmu Logam
“Ilmu Logam” merupakan buku panduan mahasiswa teknik mesin. Isi buku mengenal dan memahami serta menguasai proses pengolahan logam dari awal sampai menjadi logam yang bermanfaat sesuai kemajuan teknologi saat ini. Logam merupakan teknologi dasar yang selalu berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi mutakhir dan masa depan.  
Rp 64.000 
Detail
Sosial
Ke Timur Haluan Menuju: Studi Pendahuluan tentang Integrasi Sosial, Jalur Perdagangan, Adat, dan Pemuda di Kepulauan Maluku
Kawasan Indonesia Timur secara historis pernah men­jadi pusat perhatian dunia sejak abad ke-17 sampai kurang lebih akhir abad ke-18. Kayu cendana, kayu manis, cengkih, pala, dan fuli atau lawang menja­di komoditas yang sangat mahal harganya di pasar internasional di Eropa waktu itu. Tapi sejak Belan­da memilih Pulau Jawa sebagai pusat politik dan ekonominya, kawasan ini menjadi wilayah yang terus-menerus mengala­mi marginalisasi politik dan ekonomi sampai dekade-dekade awal abad ke-21 saat ini.   Setelah dua dekade Orde Baru Suharto berakhir, ada banyak hal yang sudah berubah di Maluku dan kawasan Indonesia Timur pada umumnya. Jumlah kabupaten/kota bertambah tapi kontribusinya pada perekono­mian di wilayah terebut tidaklah terlalu besar. Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan bahwa Indonesia Timur adalah masa depan kita. Di luar tafsiran-tafsiran politik atas pernyataan tersebut, kita sudah harus lebih serius mempertimbangkan ke arah mana haluan masa depan In­donesia menuju. Dengan berbagai pertimbangan rasional kita bisa mulai mendiskusikan apakah masa depan Indonesia akan tetap diproyeksikan ke wilayah-wilayah di barat, di Jawa terutama, yang cenderung sudah overpopulated, atau justru sebaliknya mengarah ke timur yang selama ini cenderung diabaikan. Secara metaforik pertanyaannya adalah apa­kah kita akan menetapkan masa depan Indonesia di tempat senja datang dan matahari terbenam ataukah kita akan memilih melabuhkan bahtera harapan bagi masa depan yang masih muda remaja di tempat terbitnya matahari pagi.
Rp 160.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 1
Sekali waktu, ketika dunia ini masih kosong belum berpenghuni, Patotoqé di istana Boting Langiq (kerajaan langit) bangkit dari tidurnya dan menyaksikan sang penjaga ayam kesayangannya, Rukkelleng Mpoba bersaudara, tidak nampak. Alangkah murkanya Patotoqé, dan memerintahkan pengawal untuk mencarinya. Ketika Rukkelleng Mpoba bersaudara datang, mereka langsung sembah sujud di hadapan Patotoqé  dan berkata:  “Kami baru saja pulang dari bumi memperlagakan kilat dan guntur, Tuanku, dan menyaksikan tidak ada satu pun manusia di dalamnya, tidak ada arti kekuasaan dan ketuhananmu tanpa ada manusia yang menyembahmu”. Sejenak Patotoqé terpekur dan berkata dalam hati: “Betul juga apa kata Rukkelleng Mpoba itu”. Maka ia pun memerintahkan mengadakan musyawarah agung di Boting Langiq, untuk memutuskan siapakah putranya yang akan diturunkan di dunia untuk menghuni dunia yang kosong, agar ada manusia yang menyembahnya. Dalam pertemuan tersebut diputuskan untuk mengirim putra Patotoqé bernama La Togeq Langiq, yang setelah di dunia bernama Batara Guru. Patotoqé menurunkan pula seluruh warisan Batara Guru di langit termasuk istana, selir-selir, pasukan, pengawal, dayang-dayang,  pendeta-pendeta bissu, sanro (dukun), dan para pelayan yang kelak akan menghibur, menemani, dan melayani  Batara Guru agar ia betah dan bertahan hidup di bumi. Batara Guru dijodohkan dengan putri Dewi Sinauq Tojang dari Buriq Liu/Pérétiwi (kerajaan bawah laut), bernama Wé Nyiliq Timoq. Pertemuan, percintaan, dan perkawinan Batara Guru dengan sang putri dari istana bawah laut ini, penuh dengan kisah-kisah unik, mistis, magis, dan romantik yang secara purba menggambarkan hubungan manusia secara natural dan universal. Perkawinan dewa dari Boting Langiq dan dewi dari Buriq Liu inilah yang menghuni dunia tengah (Alé Kawaq/Alé Lino) dan diyakini sebagai manusia pertama yang mengisi bumi dan kemudian berkembang-biak, beranak-pinak, dan  meramaikan dunia yang sekarang lebih dikenal sebagai tanah Bugis dan  manusia Bugis. Karena itulah  jilid I cerita La Galigo seperti yang ada di tangan pembaca sekarang ini disebut episode Mula Tau (awal mula penciptaan manusia). Putri pertama dewa-dewi ini bernama Wé Oddang Riuq, yang meninggal ketika berusia tujuh hari, dan dari kuburnya muncul padi menguning, itulah yang dikenal Sangiang Serri, yang kelak akan memberi kehidupan manusia. Anak kedua pasangan Batara Guru dengan We Nyiliq Timoq adalah Batara Lattuq. Di Tompoq Tikkaq hiduplah sepasang dewa-dewí́ yang bernama La Urung Mpessi dan permaisurinya Wé Pada Uleng. Keduanya mempunyai dua anak perempuan, yaitu Wé Adiluwuq dan Wé Datu Sengngeng. Sekali waktu, pasangan dewa ini sedang mempersiapkan upacara  kedatuan di Tompoq Tikkaq, tapi tak ada satu pun tamunya yang datang dari negeri seberang. La Urung Mpessi murka, dan membuang semua hidangan yang telah dipersiapkannya ke dalam sungai. Tindakan ini membuat Patotoqé marah, dan menghukumnya dengan cara mengambil nyawa suami istri tersebut, yang meninggal pada waktu bersamaan. Serta merta kedua putrinya menjadi anak yatim piatu. Penderitaan kedua anak ini bertambah, ketika seluruh harta dan warisan kedua orang tuanya diambil oleh bibinya, yang menyebabkan kedua putri ini pergi membuang diri. Setelah mengembara di hutan, atas desakan seorang utusan dari Pérétiwi, meréka pun pulang ke inang pengasuhnya di Istana Tompoq Tikkaq.
Rp 160.000 
Detail
Iktiologi
Komparatif Osteologi Tor tambroides & Tor tambra
Kajian osteologi (tulang rangka) ikan telah menarik perhatian iktiologis sejak tahun 1770. Hingga saat ini, kajian osteologi ikan terus berkembang dan mendapat perhatian kalangan iktiologis dunia. Namun sayangnya, kajian osteologi ikan masih belum begitu populer di Indonesia. Kajian osteologi ikan berperan penting membantu memahami konsep ekomorfologi dan hubungan filogenetik antarjenis ikan. Tor tambroides dan Tor tambra merupakan dua jenis ikan asli Indonesia yang hidup dominan di perairan sungai. Akan tetapi, saat ini kajian terhadap ikan ini masih terbatas pada bidang ekologi dan upaya domestikasi. Kajian lebih jauh terkait osteologi dari kedua jenis ikan ini masih belum dilaporkan. Dalam buku ini dibahas tentang distribusi, klasifikasi, dan ekologi Tor tambroides dan Tor tambra, metode pembuatan preparat tulang dan penyajian data osteologi, konsep osteologi ikan, komparatif osteologi tulang kepala, tulang belakang dan tulang anggota gerak Tor tambroides dan Tor tambra. Buku “Komparatif Osteologi Tor tambroides & Tor tambra” ini merupakan buku kedua dari trilogi buku terkait osteologi genus Tor di Indonesia yang direncanakan penulis.
Rp 70.000 
Detail
Sains & Teknologi
Ensiklopedia Bucephalandra Tanaman Hias Air Kalimantan
Buku Ensiklopedia Bucephalandra Tanaman Hias Air Kalimantan adalah buku yang di tulis tentang diversitas dari genus Bucephalandra yang sangat diminati hobiis biota air dunia. Para Hobiis sangat mencintai spesies ini karena keunikan kecantikan dan keragaman bentuk morfologinya yang eksotis. Kisah dan referensi terhadap Bucephalandra dibahas secara gamblang jelas dengan bahasa ilmiah yang ringan dan mudah dimengerti dari sejarah ditemukan genus Bucephalandra oleh penemu spesies tumbuhan (botanist), pendeskripsian spesies secara morfologi, dan secara bioteknologi dengan mengambil identitas spesies dari urutan sekues DNA dalam genomnya hingga teknik budi daya secara tradisional dan bioteknologi (Tissue Culture)
Rp 510.000 
Detail
Kehutanan
Konservasi Eksitu Satwa Liar
Sejauh ini belum ada buku yang secara khusus membahasa konsep, prinsip-prinsip yang terkait dengan berbagai aspek konservasi eksitu satwa liar yang dapat dijadikan acuan dan bahan bacaan bagi mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Buku ini memberikan gambaran tentang hal tersebut sebagai arahan pengelolaan konservasi eksitu satwa liar.
Rp 50.000 
Detail
Biologi
EKOLOGI PAPUA
Pulau Nugini adalah pulau tropis terbesar dan tertinggi, dan merupakan belantara terakhir yang terluas di Bumi. Papua yang berada di bagian barat pulau ini patut mendapat perhatian karena mempunyai gletser khatulistiwa, dataran yang tertutup hutan yang luas, hamparan pegunungan tengah yang menjulang tinggi, kepulauan Raya Ampat yang menawan, dan beberapa ratus masyarakat adat yang tinggal di hutan. Sebagian besar Papua masih dalam kondisi asli dan pengetahuan mengenai lingkungan alamnya masih sangat terbatas. Sebagai salah satu kawasan belantara yang tersisa di dunia, Papua memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang luar biasa. Saat ini, lingkungan Papua menghadapi sejumlah ancaman dari tekanan luar untuk mengeksploitasi hutan dan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan bahan bakar biofuel dalam skala sangat besar. Oleh karena itu penting sekali bagi para pemimpin di Papua untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pengelolaan sumber daya untuk kesejahteraan penduduknya yang beragam budaya dalam jangka panjang. Penulisan Ekologi Papua melibatkan 76 penulis yang merupakan pakar yang diakui secara global di bidangnya masing-masing. Mereka untuk pertama kalinya menghimpun sejumlah aspek lingkungan Papua. Buku ini dirancang untk para mahasiswa dan pemerhati konservasi, pegiat lingkungan dan peneliti akademis. Masing-masing topik diuraikan secara rinci namun padat dengan data biogeografis, referensi Sejarah, dan wawasan segar mengenai kawasan yang sangat rumit namun mengagumkan ini. Kami berharap buku ini akan mendorong tingkat kesadartahuan tentang Papua, baik pada skala global maupun lokal dan untuk menjadi katalisator bagi konservasi asset alam yang paling berharga secara efektif. Publikasi Ekologi Papua ini merupakan jilid terakhir dalam Seri Ekologi Indonesia.
Rp 135.000 
Detail
Sosial
An Inventory Of Losses - Tentang Memori dan Kehilangan Abadi
Mengapa baru ketika sesuatu hilang untuk selamanya, kita merasakan betapa besar artinya bagi kita? Mengapa sesuatu yang ditutup-tutupi - entah dalam sejarah sebuah bangsa atau dalam keluarga sendiri - bisa berdampak begitu besar? Mengapa saya tidak bisa membuang apa pun? dan mengapa hewan yang telah punah, lukisan yang dirusak, dan buku yang dibakar terasa jauh lebih menarik dan lebih memesona dibandingkan seluruh sisanya yang masih ada?   Itulah pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan keinginan dalam diri saya untuk menyusun semacam inventaris kehilangan, sebuah daftar mengenai hal-hal yang kita tahu pernah ada, tetapi kemudian lenyap - entah karena sengaja dimusnahkan atau karena menghilang begitu saja seiring berjalannya waktu.   Sebab sesuatu yang hilang-apakah orang yang disayangi atau seikat kunci- akan meninggalkan ruang realitas dan memasuki ruang mitos, berubah dari sesuatu yang faktual menjadi hal yang fiktif. Lalu muncullah peran bercerita, semua kisah dan anekdot yang membuat duka cita menjadi lebih tertahankan. Sebab bercerita itu membantu. Bercerita adalah pelipur lara terbaik dan pengalaman kehilangan, saya mendadak menyadari, adalah awal dari semua budaya.   Sebuah buku, menurut hemat saya, adalah terbaik dan terindah untuk menyimpan sesuatu. Buku seperti itulah yang ingin saya tulis dan rancang. Sebuah buku yang mengumpulkan dan menceritakan berbagai hal yang saya rindukan. Sebuah buku duka dan penghiburan. Buku yang menyoroti bukan hanya kehilangan, tetapi juga yang perolehan. Sebab tidak ada yang dapat dihadirkan kembali, namun segala sesuatu dapat dibuat agar bisa dialami lagi.
Rp 90.000 
Detail
Keluarga
Modul Ketahanan Keluarga Pekerja Migran Indonesia
-
Rp 54.000 
Detail
Pangan
Mikrobiologi Keamanan Pangan
Buku "Mikrobiologi Keamanan Pangan" membahas permasalahan keamanan pangan ditinjau dari aspek mikrobiologi. Topik yang dicakup meliputi permasalahan keamanan pangan yang diakibatkan oleh mikroorganisme patogen dan dampaknya terhadap kesehatan maupun perdagangan pangan; beban penyakit bawaan pangan; berbagai jenis bakteri patogen, virus, protozoa dan cacing penyebab penyakit bawaan pangan; patogen bawaan pangan emerging dan superbug, serta mikotoksin yang dihasilkan oleh kapang toksigenik dalam pangan. Sebanyak empat belas bakteri patogen bawaan pangan penyebab infeksi dan atau intoksikasi dibahas secara rinci termasuk klasifikasi, karakteristik pertumbuhannya dalam pangan, pengendaliannya dalam pangan dan kejadian luar biasa (outbreak) yang terkait yang pernah terjadi di dunia. Sebagai tambahan, buku ini juga membahas surveilan penyakit bawaan pangan, perkembangan metode deteksi patogen bawaan pangan, serta peran pengujian dalam meningkatkan keyakinan pada keamanan pangan.  
Rp 130.000 
Detail
Bisnis
Etika Bisnis: Pendekatan Filsafat Moral terhadap Perilaku Pebisnis Kontemporer
Kita semua tentu sepakat bahwa tidak ada orang yang mau berbisnis untuk merugi. Aturan mainnya adalah the business of business is the business! Satu-satunya urusan bisnis adalah melipatgandakan keuntungan. Persoalannya, when will it stop? Dan,  mengapa harus menjadi seorang pebisnis yang baik? Apa jaminannya dan dalam arti apa seorang pebisnis dikatakan secara moral adalah orang baik? Penulis meletakan dasar teoretis-ilmiah pada praksis bisnis kontemporer, semua tulisan dalam buku ini tidak hanya akan memampukan para mahasiswa (peneliti muda) untuk menganalisis aspek-aspek moral-etis hingga dimensi dan indikator ketika menyelesaikan tugas akhir (skripsi atau tesis), melainkan juga menawarkan sebuah gagasan baru kepada para pebisnis kontemporer bahwa berbisnis pada tataran norma-norma moral-etis tidak selamanya bersifat relatif terhadap tujuan bisnis, melainkan sangat menjanjikan keuntungan yang mengasrikan bisnis mereka
Saya mendapati buku ini memberi pencerahan karena selain didasarkan pada acuan-acuan ilmiah,  juga dibangun di atas landasan moral dan nilai. Buku ini juga mencermati konteks berbisnis di Indonesia dan isu-isu dalam praktik serta manajemen bisnis yang sedang hangat terkait dengan: lingkungan hidup, Good Corporate Governance/GCG, dan Corporate Social Responsibility/CSR.
Rp 75.000 
Detail
Sosial
Bicaralah Yang Baik-Baik
'Setelah membaca sejumlah karya-karyanya, saya melihat bahwa M.Rohanudin melalui karya puisinya, tidak hanya mencerminkan citra rasa seninya dan kehandalannya dalam memadukan kata dan makna, namun ia juga telah memperlihatkan secara nyata bukti kecintaannya kepada Ibu Pertiwi dan manusia-manusia di dalamnya, kekagumannya kepada kemajemukan di Nusantara yang menurutnya sebagai sebuah harta dan kekayaan yang perlu untuk dijaga dan dilindungi, serta memberitahukan kepada para pembacanya akan aspirasinya terhadap Indonesia yang lebih baik, yang bebas korupsi, yang harmonis dan toleran, serta berbudi-luhur dan berkeprimanusiaan. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi terbitnya buku kumpulan puisi M. Rohanudin, yang menurut saya telah mampu untuk menjadi Oase bagi mereka yang "haus" akan karya seni puisi di era yang modern dimana karya puisi menjadi semakin langka. Saya berharap bahwa karya beliau ini akan menjadi percikapan api yang tidak hanya akan dapat membakar semangat nasionalisme dan kecintaan akan negeri tercinta namun juga membangkitkan gairah untuk kembali menghidupkan dan memajukan karya seni puisi Indonesia." - Meutya Hafid, Ketua Komisi 1 DPR RI
Rp 70.000 
Detail
Biografi
Jali Merah: Dari berbagai tuturan biografis Gunawan Wiradi
Gunawan Wiradi has long been an internationally known researcher on agrarian change, agrarian politics, and agrarian social science in Indonesia and a leading voice for agrarian reform. Among some communities of intellectuals and activists, his name is legendary, associated with rigorous, foundational, and ethical research and teaching. Perhaps more than anyone in or outside Indonesia, Gunawan Wiradi has focused his scholarly and activist attention on the continuing inequities in land distribution in Java. He has been committed to finding agrarian reform mechanism that will help the rural poor. Nancy Lee Peluso, Professor and Chair, Division of Society and Environment, University of California, Berkeley Mr. Gunawan Wiradi an Indonesian leading intellectual who has great experience and ample knowledge about the problems related to the agrarian reform. He was giving a great and lifetime contribution to the development of study on agrarian problems in Indonesia. Hiroyoshi Kano, D. Ec, Professor of the Institute of Oriental Culture, University of Tokyo For more than four decades, Gunawan Wiradi has been at the forefront of efforts to bring about greater social and economic justice in Indonesia through agrarian reform. Through his incisive and courageous writings and practical engagements, he kept the flame and the promise of agrarian reform alive during an extremely repressive phase of Indonesia history. Just as he played a formative role for my generation of student, in the 1990s, Gunawan Wiradi was also a major source of inspiration for a new generation of younger scholars and activists, helping to reignite interest in agrarian reform. Gillian Hart, Professor of Geography and Chair of Development Studies, University of California, Berkeley I have known him for more than four decades and have always admired his endeavours to highlight a wide variety of agrarian issues both in his scholarly studies as well as in the public domain. His outstanding contribution in academic meetings (conference, workshop as well as class room teaching) are paralleled by his dedication to reach out to a wider audience which led him to share his scholarly expertise with the staff of NGOs. All these efforts have added to his widely acclaimed reputation as a public intellectual. Jan Breeman, Profesor Emeritus and Fellow of the Amsterdam School for Social Science Research GWR seorang aktivis dan pejuang tulen. Sebagai seorang pejuang, api semangat yang menyala menerangi orang-orang di sekelilingnya termasuk saya sebagai pemula. Dalam dunia kita sekarang, hampir tidak pernah saya menemukan seorang akademisi sekaligus pejuang sejati seperti itu. Saiful Bahari, Aktivis Reforma Agraria
Rp 160.000 
Detail
Sosial
Geliat Kritis dalam Penelitian Sosial: Catatan Para Peneliti
Buku ini membangkitkan harapan yang besar bahwa akan lahir dan menguatnya pengetahuan yang berakar pada pengalaman Indonesia untuk dunia. Para penulisnya datang dari latar keilmuan yang berbeda-beda, dari manajemen, sains-teknologi, sampai psikologi dan sastra. Mereka menggeluti persoalan lapangan yang beraneka, dari korupsi sampai autisme, dengan satu pijakan yang sama: perspektif kritis. Pengetahuan yang terbangun lahir dari empati, pergulatan diri, refleksi atas kesulitan dan kesalahan. Inilah akar pengetahuan sejati. (Melani Budianta, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia) Buku ini membawa semangat baru dari para ilmuwan muda dengan pemikiran kekinian tentang pentingnya data berbasis local-specific, membumi dan bersifat naturalis-humanis. Buku ini wajib menjadi referensi bagi para mahasiswa, akademisi, pelaku pembangunan, dan para pembuat kebijakan dari berbagai disiplin ilmu. (Emy Susanti, Guru Besar Sosiologi Gender, Universitas Airlangga) Buku ini berupaya menghadirkan hasil-hasil penelitian yang bukan saja anti-mainstream, tetapi bernuansa kritis. Hasil kerja keras para peneliti yang harus dihargai adalah upayanya untuk menemukan pengertian “kritis” dari berbagai hasil penelitian tersebut.  (Heru Nugroho, Guru Besar Sosiologi UGM) Ditulis oleh peneliti dari generasi muda, buku ini mencerminkan pendekatan penelitian terbaru dari berberapa disiplin. Buku ini akan sangat berguna sebagai pedoman untuk penelitian non-positivist di bidang seperti psikologi, manajemen, pendidikan, perencanaan dan kebijakan publik. Buku ini bisa membantu mahasiswa yang ingin menggunakan pendekataan yang menyegarkan yang akan semakin memajukan dunia penelitian di Indonesia. (Kate McGregor, Associate Professor of Southeast Asian History, The University of Melbourne) This book provides a fine introduction to critical studies in social research. It will be particularly useful for those in disciplines such as education, management and psychology, where quantitative and positivist approaches still dominate. It explains concepts such as critical thinking, reflexivity, discursive analysis and positionality in an engaging, persuasive and sometimes quite personal way. (Lyn Parker, Professor of Asian Studies, The University of Western Australia) This collection of essays represents the intellectual journeys of a new generation of Indonesian academics. In a refreshingly personal, open and honest manner, the authors reflect on the multiple practical and scholarly challenges involved in conducting qualitative research. They not only identify a broad range of urgent research topics and interdisciplinary approaches, but also try the bridge the gaps between academia, bureaucracy and everyday life. (Edwin Jurriens, Senior Lecturer in Indonesian Studies, The University of Melbourne)
Rp 80.000 
Detail
Baca Buku