|
![]() |
|---|






Berfokus pada kewarganegaraan adalah suatu perubahan dari menyalahkan atau memuji kaum elite untuk semua hal yang terjadi di negara ini. Pada kenyataannya, jika demokrasi berjalan dengan baik, maka hal itu terjadi karena warga negara-lah yang membuatnya berhasil. Sebaliknya, jika demokrasi memburuk, hal itu bisa terjadi warga negara tidak berbuat cukup untuk memprotes keegoisan para elite.
Kami meyakini bahwa kewarganegaraan adalah cara yang bermanfaat untuk membahas tentang politik Indonesia pasca tahun 1998. Kewarganegaraan menyangkut cara-cara warga negara berinteraksi dengan lembaga-lembaga negara. Perlu dikaji secara empiris, tetapi pada sisi yang lain juga membuat kita berpikir tentang cita-cita bersama. Buku ini memperkenalkan suatu konsep kewarganegaraan yang disesuaikan, tanpa muatan asosiasi dunia Barat, untuk diterapkan di Indonesia.
Buku Citizenship in Indonesia: Perjuangan atas Hak, Identitas, dan Partisipasi disusun berdasarkan tiga fitur kewarganegaraan, yaitu hak, identitas sosial, dan keikutsertaan politik.
Kewarganegaraan relevan dengan serangkaian topik hangat - mulai dari hak atas tanah, layanan kesehatan bersubsidi, seks pranikah, hingga peran syariah dan keberadaan LGBT. Kami percaya bahwa gagasan tentang kewarganegaraan dapat menghasilkan energi baru untuk menangani ketidaksetaraan yang semakin meluas di Indonesia.






Namun sayangnya, wilayah perbatasan yang berperan penting sebagai batas teritorial negara, masih tertinggal dibanding daerah lain yang bukan perbatasan. Hal ini antara lain terlihat dari terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduknya, sehingga mereka mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap negara tetangga.
Buku Kedaulatan Indonesia di Wilayah Perbatasan: Perspektif Multidimensi membahas kedaulatan Indonesia dari berbagai perspektif, mencakup politik, ekonomi, dan sosial budaya. Pembahasan difokuskan pada beberapa isu, yaitu pengelolaan pertahanan negara dan pemeliharaan rasa kebangsaan di wilayah perbatasan, ketergantungan perekonomian penduduk perbatasan terhadap negara tetangga dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar penduduk perbatasan, khususnya pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi, serta isu nasionalisme dan relasi sosial warga perbatasan. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak yang memberi perhatian pada isu perbatasan, khususnya dalam perencanaan upaya-upaya untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. Dengan demikian, ketimpangan dengan wilayah bukan perbatasan dan bahkan dengan negara tetangga dapat dikurangi atau jika memungkinkan dihilangkan sama sekali.


















Berfokus pada kewarganegaraan adalah suatu perubahan dari menyalahkan atau memuji kaum elite untuk semua hal yang terjadi di negara ini. Pada kenyataannya, jika demokrasi berjalan dengan baik, maka hal itu terjadi karena warga negara-lah yang membuatnya berhasil. Sebaliknya, jika demokrasi memburuk, hal itu bisa terjadi warga negara tidak berbuat cukup untuk memprotes keegoisan para elite.
Kami meyakini bahwa kewarganegaraan adalah cara yang bermanfaat untuk membahas tentang politik Indonesia pasca tahun 1998. Kewarganegaraan menyangkut cara-cara warga negara berinteraksi dengan lembaga-lembaga negara. Perlu dikaji secara empiris, tetapi pada sisi yang lain juga membuat kita berpikir tentang cita-cita bersama. Buku ini memperkenalkan suatu konsep kewarganegaraan yang disesuaikan, tanpa muatan asosiasi dunia Barat, untuk diterapkan di Indonesia.
Buku Citizenship in Indonesia: Perjuangan atas Hak, Identitas, dan Partisipasi disusun berdasarkan tiga fitur kewarganegaraan, yaitu hak, identitas sosial, dan keikutsertaan politik.
Kewarganegaraan relevan dengan serangkaian topik hangat - mulai dari hak atas tanah, layanan kesehatan bersubsidi, seks pranikah, hingga peran syariah dan keberadaan LGBT. Kami percaya bahwa gagasan tentang kewarganegaraan dapat menghasilkan energi baru untuk menangani ketidaksetaraan yang semakin meluas di Indonesia.






Namun sayangnya, wilayah perbatasan yang berperan penting sebagai batas teritorial negara, masih tertinggal dibanding daerah lain yang bukan perbatasan. Hal ini antara lain terlihat dari terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduknya, sehingga mereka mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap negara tetangga.
Buku Kedaulatan Indonesia di Wilayah Perbatasan: Perspektif Multidimensi membahas kedaulatan Indonesia dari berbagai perspektif, mencakup politik, ekonomi, dan sosial budaya. Pembahasan difokuskan pada beberapa isu, yaitu pengelolaan pertahanan negara dan pemeliharaan rasa kebangsaan di wilayah perbatasan, ketergantungan perekonomian penduduk perbatasan terhadap negara tetangga dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar penduduk perbatasan, khususnya pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi, serta isu nasionalisme dan relasi sosial warga perbatasan. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak yang memberi perhatian pada isu perbatasan, khususnya dalam perencanaan upaya-upaya untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. Dengan demikian, ketimpangan dengan wilayah bukan perbatasan dan bahkan dengan negara tetangga dapat dikurangi atau jika memungkinkan dihilangkan sama sekali.








































































































































































































































































































































































































































































IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi.
Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.