|
![]() |
|---|

Buku Aku “Tiada” Aku NIscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen membahas dan menyajikan secara mendalam dan gambling hakikat, sosok, dinamika, dan masa depan dunia intelijen. Tidak sebatas pembahasan filosofis dan teoritis, namun juga menyajikan realitas Indonesia dari sudut pandang pelakunya sendiri.















Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu) tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius. Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh unik: Yitno-pemimpin golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung tengkek yang aneh seperti pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.









Buku Aku “Tiada” Aku NIscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen membahas dan menyajikan secara mendalam dan gambling hakikat, sosok, dinamika, dan masa depan dunia intelijen. Tidak sebatas pembahasan filosofis dan teoritis, namun juga menyajikan realitas Indonesia dari sudut pandang pelakunya sendiri.















Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu) tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius. Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh unik: Yitno-pemimpin golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung tengkek yang aneh seperti pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.


































































































































































































































































































































































































































































IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi.
Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.