ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Buku Pilihan lihat semua
Ilmu Logam...
Teknologi
Rp. 64.000
Teknologi Hasil Ternak...
Teknologi
Rp. 105.000
Kamus Kehutanan...
Kehutanan
Rp. 150.000
Sifat Mekanis Kayu...
Kehutanan
Rp. 95.000
Produksi Bersih...
Kehutanan
Rp. 59.000
Sagu di Lahan Gambut...
Kehutanan
Rp. 55.000
Interpretasi Alam...
Kehutanan
Rp. 30.000
Jamur Berkhasiat Obat...
Kesehatan
Rp. 35.000
Out of Shadow...
Kesehatan
Rp. 59.000
Sosiologi Kesehatan...
Kesehatan
Rp. 55.000
Atlas of Normal Radiography...
Kedokteran Hewan
Rp. 270.000
Go Global Reputation...
Keluarga
Rp. 100.000
Commuter Marriage...
Keluarga
Rp. 55.000
Syariah Islamiyah...
Agama Islam
Rp. 70.000
Islam Apa Adanya...
Agama Islam
Rp. 39.000
Baranangsiang...
Biografi
Rp. 140.000
Pengantar Peluang...
Statistika
Rp. 69.000
Aplikasi Metode SEM-PLS...
Matematika
Rp. 95.000
Pengantar Peluang...
Matematika
Rp. 69.000
Matematika untuk fisika...
Matematika
Rp. 69.000
Pengantar Teori Peluang...
Matematika
Rp. 40.000
Haji Ramah Lingkungan...
Lingkungan
Rp. 55.000
Ekotoksikologi Akuatik...
Lingkungan
Rp. 77.000
Fisika Komputasi...
Fisika
Rp. 60.000
EKOLOGI PAPUA...
Biologi
Rp. 135.000
Biokimia Fisik...
Biologi
Rp. 120.000
Monitoring dan Evaluasi...
Komunikasi
Rp. 55.000
DEMOKRASI DALAM CERMIN...
Sosial & Politik
Rp. 80.000
ASEAN Di Persimpangan Sejarah...
Sosial & Politik
Rp. 55.000
Asas Moral Politik...
Sosial & Politik
Rp. 70.000
Krisis Kebebasan...
Filsafat
Rp. 65.000
Diplomasi Parlemen...
Sosial
Rp. 120.000
Orang Serampas...
Sosial
Rp. 90.000
Data Desa Presisi...
Sosial
Rp. 65.000
Jejak Mimpi anak Negeri...
Pendidikan
Rp. 60.000
Jejak Inspirasi...
Pendidikan
Rp. 47.000
Daun-Daun Berserakan...
Pendidikan
Rp. 135.000
Kratos Minus Demos...
Politik
Rp. 80.000
Malam...
Sastra
Rp. 25.000
Jiwa-Jiwa Mati...
Sastra
Rp. 85.000
Empat Kepak Sayap...
Sastra
Rp. 90.000
Candide...
Sastra
Rp. 65.000
Calon Arang...
Sastra
Rp. 95.000
Bujang Tan Domang...
Sastra
Rp. 85.000
Budaya Minum di Indonesia...
Antropologi
Rp. 195.000
Kain Cinta Tanpa Batas...
Antropologi
Rp. 70.000
Lion Bird...
Anak-Anak
Rp. 35.000
Bird Tree...
Anak-Anak
Rp. 55.000
Kisah Sosiologi...
Sosiologi
Rp. 87.000
Merchandise lihat semua
Jasa Penerbitan lihat semua

IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi. Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.

Teknologi
Energi dalam Perencanaan Pembangunan
Buku ini membahas persoalan energi Indonesia, dengan topik-topik yang meliputi minyak bumi, gas bumi, batu bara, energi perdesaan, konservasi energi, regulasi industri energi, energi, dan lingkungan, serta energi internasional. Layak dimanfaatkan dalam kelas formal di perguruan tinggi mengenai ekonomi dan kebijakan energi, kursus profesional di bidang energi, serta menjadi pegangan pejabat pemerintah dan masyarakat yang ingin mendapatkan pengetahuan mengenai permasalahan energi Indonesia.  
Rp 79.000 
Detail
Sastra
Keadilan Jender : Perspektif Feminis Muslim dalam Sastra Timur Tengah
Mengkaji feminisme dalam perspektif Islam sangat menarik. Dengan jelas dan rinci, penulis menggambarkan tahapan dalam perkembangan gerakan feminisme di Eropa, Amerika, dilengkapi dengan kondisi di Dunia Arap Muslim. Free Hearty melukiskan bagaimana tokoh perempuan dalam ketiga karya sastra, berjuang dan berusaha keluar dari cengkraman budaya patriaki dan tradisi. Terkadang hambatan datang bukan hanya dari tokoh laki-laki tetapi justru dari perempuan lain, bahkan ibu sendiri. Yang menarik adalah kesimpulan kajian itu; dalam karya Saadawi dan Ghalem yang mengangkat pertentangan antara ideologi feminisme dan patriarki, pengarang malahan terjebak dalam sikap yang mensubordinasi perempuan di bawah kekuasaan laku-laki (feminis korban). Sebaliknya, karya Mahfoudz yang sebenarnya hanya ingin mengungkapkan masalah keadilan dan kemanusiaan, justru sangat kental mengungkap potensi perempuan yang tegas, tegar dan rasional dalam menghadapi hidup (feminisme kekuasaan). 
Rp 85.000 
Detail
Kehutanan
Metode Survey dan Interpretasi Data Vegetasi
Buku ini disusun terutama ditujukan untuk para mahasiswa dengan level pendidikan minimal Diploma 3 tahun (D-3) yang sudah mempelajari mata ajaran Ekologi Hutan dan Dasar-dasar Statistika yang sangat berguna untuk mempercepat memahami perhitungan parameter-parameter kuantitatif.
Rp 70.000 
Detail
Bisnis
UMKM Dahulu Unicorn Kemudian
Buku ini merupakan panduan bagi Anda yang hendak memulai wirausaha. Buku ini juga dapat menjadi panduan evaluasi bagi Anda yang sudah menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam buku ini, Anda dapat mengetahui kapan waktu yang tepat memulai usaha, modal apa saja yang dibutuhkan, jenis dan komoditas usaha yang tepat untuk dipilih, serta mengurus legalitas usaha. Anda juga akan mengetahui bagaimana strategi menggaet pelanggan, kiat mengatur keuangan usaha, hingga bagaimana cara mengembangkan usaha. Tak kalah pentingnya, dari buku ini Anda juga dapat belajar dari ki
Rp 99.500 
Detail
Pangan
Keamanan Pangan Peduli Kita Bersama
Buku ini merangkum beberapa artikel yang di antaranya pernah dimuat di beberapa media massa. Anda dapat menemukan informasi mengenai standar keamanan pangan yang digunakan secara luas di dunia, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menjamin keamanan pangan Indonesia, serta beberapa data terkait kasus keracunan pangan dan kondisi pangan jajanan di sekitar kita, terutama di lingkungan sekolah.  
Rp 69.000 
Detail
Kelautan
Pengetahuan dan Karakteristik Bahan Baku Hasil Perairan
-  
Rp 60.000 
Detail
Sosiologi
Land, Livelihood, the Economy and the Environment in Indonesia: Essays in Honour of Joan Hardjono
This volume of essays is intended to honour an exceptional, indeed a unique scholar. Joan Hardjono grew up in Sydney and graduated from Sydney University in the mid-1950s. She majored in English and Geography and like most girls in those years who had managed to complete a tertiary degree, she probably expected to embark on a career as a high school teacher in Australia. But no doubt prompted by the spirit of adventure which she has kept throughout her long career, she decided to go to Indonesia as a volunteer teacher. The scheme which brought young Australian graduates to Indonesia at that time was pioneering; it pre-dated the US Peace Corps and several of the participants went on to distinguished academic careers. On the boat from Australia to Indonesia, she met a young Indonesian called Hardjono, who after participating in the struggle against the Dutch in the late 1940s, gained an engineering degree at the Institute of Technology in Bandung, then as now Indonesia’s leading tertiary institute for the study of engineering and technology. Joan was posted to teach in Semarang, the capital of the province of Central Java, and family legend has it that Hardjono used a borrowed motor cycle to pay her frequent visits, bringing with him Javanese delicacies as gifts. Since the late 1980s, Joan has been busy as a consultant to a number of bilateral and multilateral aid agencies. She has retired as a university teacher, but served for several years as an active member of the advisory board of a Bandung-based research organization, AKATIGA. She has also served since its inception in early 2001 on both the Board of Trustees and the Advisory Board of the Jakarta-based research group, The SMERU Research Institute. The editors are pleased that four chapters in this volume have been contributed by staff of these two institutions. Joan continues to be an active member of the SMERU boards, and in her advisory role, she has always stressed that SMERU should focus on what it does best, namely conducting solid research on the problems of poverty, social protection and unemployment, rather than engaging in policy advocacy. She worked very hard editing the institute’s first international publication, Poverty and Social Protection in Indonesia, which was published by the Institute of Southeast Asian Studies in Singapore in 2011. Joan has often regretted the fact that so few Indonesian social scientists publish internationally, and has assisted a number of scholars over the years to turn their research findings into publishable papers in English-language outlets. Like many Indonesians in her age group, Joan has at times been disappointed that the country’s macroeconomic progress over the last four decades has not yet achieved the elusive goal of a just and prosperous society. To friends, she can be at times very critical of the performance of politicians and senior bureaucrats, both during the Suharto era and subsequently. But she would be the last to deny that some progress has been made. She continues to visit Australia on a regular basis, but Bandung remains her home, and she remains steadfast in her love for, and commitment to, the people of Indonesia.
Rp 90.000 
Detail
Sastra
Calon Arang
Calon Arang, Kisah Perempuan Korban Patriarki. Dalam karya ini, suara pengarangnya tetap seperti dahulu: meng­ajak bercengkerama, terkadang mengajak tersenyum, tetapi selalu mengajak berpikir.     Calon Arang, the Story of a Woman Sacrificed to Patriarcy. Her distinctive writer’s voice still recognizable, she talks to her readers, sometimes making them smile, but always making them think. Keith Foulcher
Australian National University, Sydney   …pembaca boleh penasaran untuk mengikuti, bagaimana prosa lirik ini akan ditulis oleh seorang penyair, yang mencoba memahami manusia semenjak tubuhnya, sampai tingkat sarjana muda kedokteran; lantas jiwanya, sampai lulus sarjana psikologi; diteruskan dengan refleksi radikal melalui filsafat, sampai tingkat doktor yang telah dikukuhkan sebagai guru besar; namun mengaku baru mengenalnya secara utuh dalam ekspresi puisi. …readers are invited to the suspense of how this lyrical prose will be unfolding as written by a poet who has tried to comprehend humans from the viewpoint of physicality through her studying medicine until the bachelor degree, then in terms of psyche through her study in psychology till she graduated, to be furthered with radical reflections through philosophy for which she got her doctorate and professorate, but admits that it is in the expression of poetry does she only know the human being as wholeness. Seno Gumira Ajidarma     Sejak Sajak-sajak 33 (1967) sampai Unta (2005), Toeti terus-menerus menyibakkan pengalaman perempuan dalam relasi-relasi patriarchal. Dia menyajikan symbol-simbol yang menguakkan berbagai matra pengalaman perempuan yang lama terkubur sebagai amarah.     From Sajak-sajak 33 (1967) to Unta (2005), Toeti continues unveiling women’s experience under patriarchal relations. She presents symbols that unveil dimensions of female experience long buried as anger.
Rp 95.000 
Detail
Cetak Digital Dokumen
Buku Steples
Cetak buku A4 dan finishing model steples 2 ditengah / diatas pojok dengan bahan isi HVS 80 gram Minimal 20 lembar , bahan cover Artcarton 230gram+laminating doft
Rp 25.000 
Detail
Media Display
X Banner
Bahan Flexi Cina
Rp 120.000 
Detail
Media Display
Roll Banner
Bahan Flexi Cina 
Rp 260.000 
Detail
Antropologi
Etnis Cina Perantauan di Aceh
Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besar) ke Cina yaitu Zainal Abidin Dan khususya pada Musim dingin tahun ke 1413 berlayarlah utusan Cina ke Samudra termasuk ke Aceh. Hubungan diplomasi dibarengi dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan sehingga kedua bangsa tersebut terjalin atas dasar saling menghargai. Selanjutnya setelah terjadi kekacauan politik dan ekonomi di Daratan Cina, sehingga mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Tiongkok ke Nanyang (Asia Tenggara), sehingga masyarakat Cina terpaksa mengadu nasibnya di Nusantara dengan bekerja apa saja asal dapat mempertahankan hidupnya di perantauan. Bekerja tanpa kenal lelah membuat etnis Cina perantauan berhasil dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Fenomena tersebut terlihat etnis Cina dipandang oleh Belanda sebagai kelas menengah bersama Timur Asing lainnya. Di bidang politik etnis Cina dapat menyatukan dirinya dengan pemerintah setempat seraya mempertahankan edentitas kecinaan mereka. Sedangkan identitas Cina sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia mempnyai identitas ganda yaitu identitas Indonesia dan Cina. Pada masa revolusi kebudayaan di Cina pada tahun 1966 terjadi perubahan besar-besaran di Cina dan berpengaruh terhadap Cina di Indonesia. Karena waktu itu etnis Cina dianggap berhaluan komunis. Sedangkan komunis adalah sangat dibenci di Indonesia. Akhirnya pudarlah kebudayaan Cina termasuk di Aceh. Etnis Cina di Aceh pada peristiwa komunis mereka sebagian hijrah ke Medan Sumatra Utara dan pulang ke daratan Cina. Dan yang lainnya menetap di Aceh. Etnis Cina di Aceh mayoritas suku Khek, dan berbahasa Khek bersama etnis mereka. Sedangkan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua. Dan sebagian dari mereka dapat berbahasa Aceh bila bermitra bisnis dengan orang Aceh. Etnis Cina yang tinggal di tempat pecinaan sangat sedikit yang dapat berbahasa Aceh. ​
Rp 95.000 
Detail
Teknologi
Sumberdaya Air dan Kesejahteraan Publik
Buku ini telah mengarahkan pembacanya untuk menghargai sumberdaya alam khususnya air. (Prof. Dr. Surna T. Djajaningrat; Guru Besar Manajemen Lingkungan ITB) Dalam buku ini sudah cukup komprehensif dan mampu mendorong pembaca, baik yang keras hati apalagi yang lembut hati, sehingga dalam menanganinya tidak sekedar berbasis gejala simptomatik, tetapi lebih mendasar dan sistemik. (Dr. Muh. Dimyati; Geographer dan Regional Planner, yang kini bekerja di Kementerian Perumahan Rakyat).  
Rp 59.000 
Detail
Hukum
Era Baru Hukum Pertambangan: Di Bawah Rezim UU No.4 Tahun 2009
Era baru hukum pertambangan dimulai sejak era reformasi pemerintahan daerah, di mana terjadi perubahan drastic terhadap kewenangan pengolahan pertambangan. Semula berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tentang “Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan’, paradigm pengelolaan pertambangan bersifat sentralistis, di mana kewenangan pengelolaan bahan galian golongan a dan b berada di tangan Mentri (Pemerintah Pusat). Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang “Pemerintah Daerah” di era reformasi, kewenangan pengelolaan pertambangan diserahkan kepada kabupaten/kota dengan prinsip otonomi seluas-luasnya. Sementara menunggu amandemen terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001. Dalam peruses penyesuaian tersebut ternyata baru pada akhir 2014 disetujui dan diterbitkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang “Pertambangan Mineral dan Batubara”. Berarti hampir 10 (sepuluh) tahun pengelolaan pertambangan tidak memiliki undang-undang yang menjadi pedomannya. Hal ini membawa potret kelam pengelolaan pertambangan di Indonesia, yang berakibat tidak terkendalinya penerbitan-penerbitan izin tambang di Indonesia. Baru sekita 4 (empat) tahun berlakunya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, kemudian terbit Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang “Pemerintahan Daerah”, yang kembali membawa perubahan drastis dalam kewenangan pengelolaan pertambangan. Dimulailah kembali usaha melakukan amandemen dari Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009. Dalam buku ini dibahas secara komprehensif perjalanan panjang perubahan pengelolaan pertambangan di Indonesia hingga saat ini. Buku ini sangat cocok bagi para akademisi maupun praktisi termasuk lawyer, para mahasiswa. Pemerhati hukum pertambangan, pejabat pemerintah, para pelaku usaha dan para pengambil kebijakan.
Rp 95.000 
Detail
Merchandise
Payung golf
Payung GOLF Motif , desain atau gambar custom , Payung Jumbo , Cocok juga dijadikan sebagai Payung Promosi , Ukuran Panjang 75 cm , diameter 130cm
Rp 95.000 
Detail
Alat Tulis
Map
Map Folder Folio Ukuran 23x30cm (1 Side) Bahan Art Karton 310gr
Cetak Fullcolor 1 sisi+ laminating glossy/doff
ada kantong map di bagian dalam (polos tanpa cetakan) Map Folder Folio Ukuran 24x35cm (1 Side) Bahan kertas BW 210 gram
Cetak Fullcolor 1 sisi tanpa laminating
ada kantong map di bagian dalam (polos tanpa cetakan)   pertanyaan atau design bisa kontak CS kami di nomor. 0897 6091 408
Rp 9.000 
Detail
Sosial
Aktor Di Balik Tuntutan Otonomi Khusus
Buku bunga rampai ini merupakan kajian pada tahun keempat Tim Otonomi Daerah, Pusat Penelitian Politik LIPI tahun 2018. Kajian yang berjudul Aktor di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus di Bali dan Maluku Utara ini merupakan rangkaian kelanjutan dari kajian sebelumnya yang juga mendiskusikan soal problematika desentralisasi asimetris. Fokus kajian pada tahun ini adalah memetakan dinamika usulan baru daerah untuk mendapatkan status desentralisasi asimetris. Kajian ini mengambil studi kasus Bali dan Maluku Utara yang menuntut status otonomi khusus di daerahnya dan masih berlangsung hingga kini.  Bagi Indonesia yang sangat majemuk, praktik desentralisasi asimetris adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Apalagi mengingat model asimetri tersebut juga dijamin secara konstitusional. Akan tetapi, dalam penerapannya perlu lebih sistematik dan ada standar yang objektif. Tim Otonomi Daerah P2P LIPI selama kurun waktu 2015-2017 telah melaksanakan riset mengenai daerah dengan status desentralisasi asimetris (otonomi khusus dan istimewa). Kajian-kajian tersebut memperlihatkan bahwa daerah dengan status otonomi khusus dan istimewa belum bisa menjalankan kewenangan politik, administrasi dan fiskalnya secara memadai. Oleh karena itu, terlepas dari keniscayaan model asimetri dalam penerapan desentralisasi, sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan daerah secara tepat. Buku  ini dihasilkan melalui sebuah penelitian dengan metode kualitatif yang datanya diperoleh melalui riset lapangan dan diskusi grup terpumpun (focus group discussion/FGD). Penelitian yang dilakukan juga termasuk menelusuri dokumen-dokumen yang relevan.  Buku Aktor di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus di Bali dan Maluku Utara  memberikan perspektif aktor yang berada di balik tuntutan otonomi khusus di Bali dan Maluku Utara. Lebih dari itu, buku yang disunting oleh Dini Suryani dan R. Siti Zuhro ini juga berusaha memetakan siapa melakukan apa, mengapa, dan bagaimana tuntutan otonomi khusus diajukan dalam dua studi kasus tersebut.  Buku dengan lima bab komprehensif ini relevan dan signifikan bagi para stakeholder terkait seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah secara umum, pemerintah daerah dengan status asimetris, DPR, DPD, DPRD, serta pemangku kepentingan lain. Buku Aktor di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus di Bali dan Maluku Utara juga dapat menjadi referensi bagi para pengkaji isu desentralisasi dan politik lokal karena membahas dan memberikan perspektif aktor dalam usulan baru desentralisasi asimetris yang belum banyak dibahas.
Rp 70.000 
Detail
Peternakan
Diktat Peternakan Inovatif
Buku ini berisi mengenai gambaran tentang dunia peternakan secara luas mulai dari kajian Antropologi Peternakan, Pembangunan Peternakan berbasis Kerakyatan, Potensi Peternakan, Sistem Agribisnis dan Industri Pakan 4.0, Sistem Penyediaan dan Teknologi Pengolahan Pakan, Logistik Peternakan dan Pakan ternak, Peternakan dan Lingkungan, Wisata Peternakan, Bioteknologi Peternakan dan Reproduksi Ternak, Nutrigenomik dan Pendidikan Profesi Peternakan.
Rp 65.000 
Detail
Merchandise
Kalender meja / Kalender duduk
Spesifikasi kalender ukuran a5 , bahan kertas Artcarton 260 grm 13 lembar cetakan 2 sisi berwarna , dudukan kalender memakai bahan artbot di lapisi linen hitam atau cetakan
Rp 35.000 
Detail
Sosial
Instrumen Memahami Desa
Buku ini memaparkan instrumen yang dianggap krusial untuk digunakan dalam memahami desa dengan tujuan akhir yaitu mampu menggali data yang nantinya dapat digunakan dalam mengevaluasi dan memberikan masukan untuk pembangunan desa yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya buku ini secara garis besar memberikan pemaparan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat dari implementasi instrumen yang kemudian selanjutnya buku ini juga memaparkan langkah teknis serta contoh pertanyaan yang dapat di implementasi di lapangan. Terakhir buku ini juga menyajikan contoh output dari masing-masing instrumen agar memudahkan pihak-pihak yang ingin mengimplementasikan instrumen ini. Secara garis besar buku ini menyajikan instrumen yang mampu mengidentifikasi empat hal, yaitu latar belakang dan kondisi eksisting desa, stakeholder yang mampu bekerja sama dengan masyarakat desa, potensi dan masalah yang dihadapi desa, serta penyusunan program untuk mengatasi masalah dalam upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.
Rp 45.000 
Detail
Kimia
Verifikasi Metode Pengujian udara Ambien & Emisi Mendukung Penerapan ISO IEC 17025:2017
Verifikasi Metode Pengujian udara Ambien & Emisi Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025:2017 adalah konfirmasi melalui pengujian dan pengadaan bukti yang objektif bahwa persyaratan dalam metode pengujian tersebut dipenuhi. Tujuan memverifikasi metode adalah untuk mengetahui sejauh mana penyimpangan yang tidak dapat dihindari dari suatu metode standar pada kondisi normal di mana seluruh elemen terkait telah dilaksanakan dengan baik dan benar. Buku ini dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan verifikasi metode pengujian. Perlu diketahui bahwa buku ini merupakan kelanjutan dari buku Verifikasi Metode Pengujian Air & Air Limbah – Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017.
Rp 175.000 
Detail
Sosial
Robohnya Asuransi Kami: Senjakala AJB Bumiputera 1912 - Jalan Terjal Menjaga Warisan Bangsa
Buku ini menunjukkan konsistensi dan perjuangan penulis menjaga warisan usaha bersama AJB Bumiputera 1912 sebagai asuransi mutual yang telah berumur lebih 100 tahun. Penulis membuka alternatif solusi lain mengembangkan asuransi ini melalui demutualisasi, tetapi tetap memberikan hak dan kedaulatan kepada anggota pemegang polis menentukan apa pun bentuk kelanjutan AJB Bumiputera 1912. Untuk melaksanakan amanat Pasal 33 UUD 1945, penulis tegas meminta pemerintah memperkuat bentuk asuransi dengan dasar hukum UU. Buku yang diperkaya dengan perbandingan bentuk asuransi mutual di berbagai negara dan perkembangannya memperkaya pengetahuan kita. Ternyata Bentuk usaha mutual terbukti tetap eksis dan memiliki daya tahan ketika krisis. Indonesia dengan norma konstitusi yang mengamanatkan pembangunan ekonomi yang berasaskan usaha bersama dan kekeluargaan seharusnya tetap menjaga bentuk asuransi mutual ini
Rp 104.500 
Detail
Alat Tulis
Id Card
Cetak ID Card menggunakan material kertas pvc berkualitas dengan mesin cetak digital print sehingga menjadi sebuah Kartu ID Card dengan ukuran dan ketebalan yang sama seperti Kartu ATM. Pencetakan id card bisa dilengkapi dengan data personalisasi seperti photo, barcode, nomer karyawan 11 – 100 pcs : Rp. 12.000/pcs 101 – 250 pcs : Rp. 10.000/pcs 251 – 500 pcs : Rp. 8.000/pcs  
Rp 7.000 
Detail
Sejarah
Malam Bencana 1965: Dalam Belitan Krisis Nasional Bagian 3
Presiden Sukarno, sang Ploklamator, mungkin sangat mencintai kekuasaan, tetapi bukanlah kekuasaan yang bisa meremukkan keutuhan Negara dan persatuan bangsa. Di saat kemungkinan itu dirasanya mengancam, ia pun menahan kepedihan betapa sistem politik dengan ideologi serba revolusioner yang dipeliharanya jatuh berantakan. Berbagai corak kontradiksi fundamental yang diperkenalkannya telah mengundang berbagai corak krisis yang menghantui kehidupan bangsa dan Negara. Ketika semuanya harus berakhir, Demokrasi Terpimpin yang didirikan dan dipimpinnya pun diejek sebagai “Orde Lama”. Penggantinya telah menampilkan diri sebagai “Orde Baru”. Maka sejara kehidupan bangsa dan kenegaraan pun memasuki zaman baru – zaman yang telah ditempa oleh berbagai corak krisis dan konflik, serta dibayangi oleh dendam yang tak mudah terlupakan. Dilandasi hasrat kembali ke idealisme bangsa dan landasan kenegaraan yang otentik, Orde Baru pun memulai karirnya dengan menampilkan diri sebagai representasi Pancasila dan UUD 1945 yang murni. Zaman yang diwarnai kehidupan serba revolusioner diakhiri, dan periode “pembangunan nasional” dan kesetiaan pada keharusan sistem demokrasi – meskipun secara prosedural saja – dimulai dengan penuh semangat. Ketika inilah pemikiran tentang kebijaksanaan sosial-ekonomi yang sempat terabaikan dihidupkan kembali, dan dunia sastra kembali mengarungi lautan imajinasi yang tanpa tepi. Akhirnya, biarlah renungan pada pengalaman aktual dari masa Orde Baru emberi arti dari kisah “berakhir” dan “bermulanya” rezim kekuasaan dalam dinamika kehidupan bangsa.
Rp 125.000 
Detail
Teknologi
Energi dalam Perencanaan Pembangunan
Buku ini membahas persoalan energi Indonesia, dengan topik-topik yang meliputi minyak bumi, gas bumi, batu bara, energi perdesaan, konservasi energi, regulasi industri energi, energi, dan lingkungan, serta energi internasional. Layak dimanfaatkan dalam kelas formal di perguruan tinggi mengenai ekonomi dan kebijakan energi, kursus profesional di bidang energi, serta menjadi pegangan pejabat pemerintah dan masyarakat yang ingin mendapatkan pengetahuan mengenai permasalahan energi Indonesia.  
Rp 79.000 
Detail
Sastra
Keadilan Jender : Perspektif Feminis Muslim dalam Sastra Timur Tengah
Mengkaji feminisme dalam perspektif Islam sangat menarik. Dengan jelas dan rinci, penulis menggambarkan tahapan dalam perkembangan gerakan feminisme di Eropa, Amerika, dilengkapi dengan kondisi di Dunia Arap Muslim. Free Hearty melukiskan bagaimana tokoh perempuan dalam ketiga karya sastra, berjuang dan berusaha keluar dari cengkraman budaya patriaki dan tradisi. Terkadang hambatan datang bukan hanya dari tokoh laki-laki tetapi justru dari perempuan lain, bahkan ibu sendiri. Yang menarik adalah kesimpulan kajian itu; dalam karya Saadawi dan Ghalem yang mengangkat pertentangan antara ideologi feminisme dan patriarki, pengarang malahan terjebak dalam sikap yang mensubordinasi perempuan di bawah kekuasaan laku-laki (feminis korban). Sebaliknya, karya Mahfoudz yang sebenarnya hanya ingin mengungkapkan masalah keadilan dan kemanusiaan, justru sangat kental mengungkap potensi perempuan yang tegas, tegar dan rasional dalam menghadapi hidup (feminisme kekuasaan). 
Rp 85.000 
Detail
Kehutanan
Metode Survey dan Interpretasi Data Vegetasi
Buku ini disusun terutama ditujukan untuk para mahasiswa dengan level pendidikan minimal Diploma 3 tahun (D-3) yang sudah mempelajari mata ajaran Ekologi Hutan dan Dasar-dasar Statistika yang sangat berguna untuk mempercepat memahami perhitungan parameter-parameter kuantitatif.
Rp 70.000 
Detail
Bisnis
UMKM Dahulu Unicorn Kemudian
Buku ini merupakan panduan bagi Anda yang hendak memulai wirausaha. Buku ini juga dapat menjadi panduan evaluasi bagi Anda yang sudah menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam buku ini, Anda dapat mengetahui kapan waktu yang tepat memulai usaha, modal apa saja yang dibutuhkan, jenis dan komoditas usaha yang tepat untuk dipilih, serta mengurus legalitas usaha. Anda juga akan mengetahui bagaimana strategi menggaet pelanggan, kiat mengatur keuangan usaha, hingga bagaimana cara mengembangkan usaha. Tak kalah pentingnya, dari buku ini Anda juga dapat belajar dari ki
Rp 99.500 
Detail
Pangan
Keamanan Pangan Peduli Kita Bersama
Buku ini merangkum beberapa artikel yang di antaranya pernah dimuat di beberapa media massa. Anda dapat menemukan informasi mengenai standar keamanan pangan yang digunakan secara luas di dunia, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menjamin keamanan pangan Indonesia, serta beberapa data terkait kasus keracunan pangan dan kondisi pangan jajanan di sekitar kita, terutama di lingkungan sekolah.  
Rp 69.000 
Detail
Kelautan
Pengetahuan dan Karakteristik Bahan Baku Hasil Perairan
-  
Rp 60.000 
Detail
Sosiologi
Land, Livelihood, the Economy and the Environment in Indonesia: Essays in Honour of Joan Hardjono
This volume of essays is intended to honour an exceptional, indeed a unique scholar. Joan Hardjono grew up in Sydney and graduated from Sydney University in the mid-1950s. She majored in English and Geography and like most girls in those years who had managed to complete a tertiary degree, she probably expected to embark on a career as a high school teacher in Australia. But no doubt prompted by the spirit of adventure which she has kept throughout her long career, she decided to go to Indonesia as a volunteer teacher. The scheme which brought young Australian graduates to Indonesia at that time was pioneering; it pre-dated the US Peace Corps and several of the participants went on to distinguished academic careers. On the boat from Australia to Indonesia, she met a young Indonesian called Hardjono, who after participating in the struggle against the Dutch in the late 1940s, gained an engineering degree at the Institute of Technology in Bandung, then as now Indonesia’s leading tertiary institute for the study of engineering and technology. Joan was posted to teach in Semarang, the capital of the province of Central Java, and family legend has it that Hardjono used a borrowed motor cycle to pay her frequent visits, bringing with him Javanese delicacies as gifts. Since the late 1980s, Joan has been busy as a consultant to a number of bilateral and multilateral aid agencies. She has retired as a university teacher, but served for several years as an active member of the advisory board of a Bandung-based research organization, AKATIGA. She has also served since its inception in early 2001 on both the Board of Trustees and the Advisory Board of the Jakarta-based research group, The SMERU Research Institute. The editors are pleased that four chapters in this volume have been contributed by staff of these two institutions. Joan continues to be an active member of the SMERU boards, and in her advisory role, she has always stressed that SMERU should focus on what it does best, namely conducting solid research on the problems of poverty, social protection and unemployment, rather than engaging in policy advocacy. She worked very hard editing the institute’s first international publication, Poverty and Social Protection in Indonesia, which was published by the Institute of Southeast Asian Studies in Singapore in 2011. Joan has often regretted the fact that so few Indonesian social scientists publish internationally, and has assisted a number of scholars over the years to turn their research findings into publishable papers in English-language outlets. Like many Indonesians in her age group, Joan has at times been disappointed that the country’s macroeconomic progress over the last four decades has not yet achieved the elusive goal of a just and prosperous society. To friends, she can be at times very critical of the performance of politicians and senior bureaucrats, both during the Suharto era and subsequently. But she would be the last to deny that some progress has been made. She continues to visit Australia on a regular basis, but Bandung remains her home, and she remains steadfast in her love for, and commitment to, the people of Indonesia.
Rp 90.000 
Detail
Sastra
Calon Arang
Calon Arang, Kisah Perempuan Korban Patriarki. Dalam karya ini, suara pengarangnya tetap seperti dahulu: meng­ajak bercengkerama, terkadang mengajak tersenyum, tetapi selalu mengajak berpikir.     Calon Arang, the Story of a Woman Sacrificed to Patriarcy. Her distinctive writer’s voice still recognizable, she talks to her readers, sometimes making them smile, but always making them think. Keith Foulcher
Australian National University, Sydney   …pembaca boleh penasaran untuk mengikuti, bagaimana prosa lirik ini akan ditulis oleh seorang penyair, yang mencoba memahami manusia semenjak tubuhnya, sampai tingkat sarjana muda kedokteran; lantas jiwanya, sampai lulus sarjana psikologi; diteruskan dengan refleksi radikal melalui filsafat, sampai tingkat doktor yang telah dikukuhkan sebagai guru besar; namun mengaku baru mengenalnya secara utuh dalam ekspresi puisi. …readers are invited to the suspense of how this lyrical prose will be unfolding as written by a poet who has tried to comprehend humans from the viewpoint of physicality through her studying medicine until the bachelor degree, then in terms of psyche through her study in psychology till she graduated, to be furthered with radical reflections through philosophy for which she got her doctorate and professorate, but admits that it is in the expression of poetry does she only know the human being as wholeness. Seno Gumira Ajidarma     Sejak Sajak-sajak 33 (1967) sampai Unta (2005), Toeti terus-menerus menyibakkan pengalaman perempuan dalam relasi-relasi patriarchal. Dia menyajikan symbol-simbol yang menguakkan berbagai matra pengalaman perempuan yang lama terkubur sebagai amarah.     From Sajak-sajak 33 (1967) to Unta (2005), Toeti continues unveiling women’s experience under patriarchal relations. She presents symbols that unveil dimensions of female experience long buried as anger.
Rp 95.000 
Detail
Cetak Digital Dokumen
Buku Steples
Cetak buku A4 dan finishing model steples 2 ditengah / diatas pojok dengan bahan isi HVS 80 gram Minimal 20 lembar , bahan cover Artcarton 230gram+laminating doft
Rp 25.000 
Detail
Media Display
X Banner
Bahan Flexi Cina
Rp 120.000 
Detail
Media Display
Roll Banner
Bahan Flexi Cina 
Rp 260.000 
Detail
Antropologi
Etnis Cina Perantauan di Aceh
Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besar) ke Cina yaitu Zainal Abidin Dan khususya pada Musim dingin tahun ke 1413 berlayarlah utusan Cina ke Samudra termasuk ke Aceh. Hubungan diplomasi dibarengi dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan sehingga kedua bangsa tersebut terjalin atas dasar saling menghargai. Selanjutnya setelah terjadi kekacauan politik dan ekonomi di Daratan Cina, sehingga mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Tiongkok ke Nanyang (Asia Tenggara), sehingga masyarakat Cina terpaksa mengadu nasibnya di Nusantara dengan bekerja apa saja asal dapat mempertahankan hidupnya di perantauan. Bekerja tanpa kenal lelah membuat etnis Cina perantauan berhasil dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Fenomena tersebut terlihat etnis Cina dipandang oleh Belanda sebagai kelas menengah bersama Timur Asing lainnya. Di bidang politik etnis Cina dapat menyatukan dirinya dengan pemerintah setempat seraya mempertahankan edentitas kecinaan mereka. Sedangkan identitas Cina sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia mempnyai identitas ganda yaitu identitas Indonesia dan Cina. Pada masa revolusi kebudayaan di Cina pada tahun 1966 terjadi perubahan besar-besaran di Cina dan berpengaruh terhadap Cina di Indonesia. Karena waktu itu etnis Cina dianggap berhaluan komunis. Sedangkan komunis adalah sangat dibenci di Indonesia. Akhirnya pudarlah kebudayaan Cina termasuk di Aceh. Etnis Cina di Aceh pada peristiwa komunis mereka sebagian hijrah ke Medan Sumatra Utara dan pulang ke daratan Cina. Dan yang lainnya menetap di Aceh. Etnis Cina di Aceh mayoritas suku Khek, dan berbahasa Khek bersama etnis mereka. Sedangkan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua. Dan sebagian dari mereka dapat berbahasa Aceh bila bermitra bisnis dengan orang Aceh. Etnis Cina yang tinggal di tempat pecinaan sangat sedikit yang dapat berbahasa Aceh. ​
Rp 95.000 
Detail
Teknologi
Sumberdaya Air dan Kesejahteraan Publik
Buku ini telah mengarahkan pembacanya untuk menghargai sumberdaya alam khususnya air. (Prof. Dr. Surna T. Djajaningrat; Guru Besar Manajemen Lingkungan ITB) Dalam buku ini sudah cukup komprehensif dan mampu mendorong pembaca, baik yang keras hati apalagi yang lembut hati, sehingga dalam menanganinya tidak sekedar berbasis gejala simptomatik, tetapi lebih mendasar dan sistemik. (Dr. Muh. Dimyati; Geographer dan Regional Planner, yang kini bekerja di Kementerian Perumahan Rakyat).  
Rp 59.000 
Detail
Hukum
Era Baru Hukum Pertambangan: Di Bawah Rezim UU No.4 Tahun 2009
Era baru hukum pertambangan dimulai sejak era reformasi pemerintahan daerah, di mana terjadi perubahan drastic terhadap kewenangan pengolahan pertambangan. Semula berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tentang “Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan’, paradigm pengelolaan pertambangan bersifat sentralistis, di mana kewenangan pengelolaan bahan galian golongan a dan b berada di tangan Mentri (Pemerintah Pusat). Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang “Pemerintah Daerah” di era reformasi, kewenangan pengelolaan pertambangan diserahkan kepada kabupaten/kota dengan prinsip otonomi seluas-luasnya. Sementara menunggu amandemen terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001. Dalam peruses penyesuaian tersebut ternyata baru pada akhir 2014 disetujui dan diterbitkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang “Pertambangan Mineral dan Batubara”. Berarti hampir 10 (sepuluh) tahun pengelolaan pertambangan tidak memiliki undang-undang yang menjadi pedomannya. Hal ini membawa potret kelam pengelolaan pertambangan di Indonesia, yang berakibat tidak terkendalinya penerbitan-penerbitan izin tambang di Indonesia. Baru sekita 4 (empat) tahun berlakunya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, kemudian terbit Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang “Pemerintahan Daerah”, yang kembali membawa perubahan drastis dalam kewenangan pengelolaan pertambangan. Dimulailah kembali usaha melakukan amandemen dari Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009. Dalam buku ini dibahas secara komprehensif perjalanan panjang perubahan pengelolaan pertambangan di Indonesia hingga saat ini. Buku ini sangat cocok bagi para akademisi maupun praktisi termasuk lawyer, para mahasiswa. Pemerhati hukum pertambangan, pejabat pemerintah, para pelaku usaha dan para pengambil kebijakan.
Rp 95.000 
Detail
Merchandise
Payung golf
Payung GOLF Motif , desain atau gambar custom , Payung Jumbo , Cocok juga dijadikan sebagai Payung Promosi , Ukuran Panjang 75 cm , diameter 130cm
Rp 95.000 
Detail
Alat Tulis
Map
Map Folder Folio Ukuran 23x30cm (1 Side) Bahan Art Karton 310gr
Cetak Fullcolor 1 sisi+ laminating glossy/doff
ada kantong map di bagian dalam (polos tanpa cetakan) Map Folder Folio Ukuran 24x35cm (1 Side) Bahan kertas BW 210 gram
Cetak Fullcolor 1 sisi tanpa laminating
ada kantong map di bagian dalam (polos tanpa cetakan)   pertanyaan atau design bisa kontak CS kami di nomor. 0897 6091 408
Rp 9.000 
Detail
Sosial
Aktor Di Balik Tuntutan Otonomi Khusus
Buku bunga rampai ini merupakan kajian pada tahun keempat Tim Otonomi Daerah, Pusat Penelitian Politik LIPI tahun 2018. Kajian yang berjudul Aktor di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus di Bali dan Maluku Utara ini merupakan rangkaian kelanjutan dari kajian sebelumnya yang juga mendiskusikan soal problematika desentralisasi asimetris. Fokus kajian pada tahun ini adalah memetakan dinamika usulan baru daerah untuk mendapatkan status desentralisasi asimetris. Kajian ini mengambil studi kasus Bali dan Maluku Utara yang menuntut status otonomi khusus di daerahnya dan masih berlangsung hingga kini.  Bagi Indonesia yang sangat majemuk, praktik desentralisasi asimetris adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Apalagi mengingat model asimetri tersebut juga dijamin secara konstitusional. Akan tetapi, dalam penerapannya perlu lebih sistematik dan ada standar yang objektif. Tim Otonomi Daerah P2P LIPI selama kurun waktu 2015-2017 telah melaksanakan riset mengenai daerah dengan status desentralisasi asimetris (otonomi khusus dan istimewa). Kajian-kajian tersebut memperlihatkan bahwa daerah dengan status otonomi khusus dan istimewa belum bisa menjalankan kewenangan politik, administrasi dan fiskalnya secara memadai. Oleh karena itu, terlepas dari keniscayaan model asimetri dalam penerapan desentralisasi, sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan daerah secara tepat. Buku  ini dihasilkan melalui sebuah penelitian dengan metode kualitatif yang datanya diperoleh melalui riset lapangan dan diskusi grup terpumpun (focus group discussion/FGD). Penelitian yang dilakukan juga termasuk menelusuri dokumen-dokumen yang relevan.  Buku Aktor di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus di Bali dan Maluku Utara  memberikan perspektif aktor yang berada di balik tuntutan otonomi khusus di Bali dan Maluku Utara. Lebih dari itu, buku yang disunting oleh Dini Suryani dan R. Siti Zuhro ini juga berusaha memetakan siapa melakukan apa, mengapa, dan bagaimana tuntutan otonomi khusus diajukan dalam dua studi kasus tersebut.  Buku dengan lima bab komprehensif ini relevan dan signifikan bagi para stakeholder terkait seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah secara umum, pemerintah daerah dengan status asimetris, DPR, DPD, DPRD, serta pemangku kepentingan lain. Buku Aktor di Balik Tuntutan Otonomi Khusus: Studi Kasus di Bali dan Maluku Utara juga dapat menjadi referensi bagi para pengkaji isu desentralisasi dan politik lokal karena membahas dan memberikan perspektif aktor dalam usulan baru desentralisasi asimetris yang belum banyak dibahas.
Rp 70.000 
Detail
Peternakan
Diktat Peternakan Inovatif
Buku ini berisi mengenai gambaran tentang dunia peternakan secara luas mulai dari kajian Antropologi Peternakan, Pembangunan Peternakan berbasis Kerakyatan, Potensi Peternakan, Sistem Agribisnis dan Industri Pakan 4.0, Sistem Penyediaan dan Teknologi Pengolahan Pakan, Logistik Peternakan dan Pakan ternak, Peternakan dan Lingkungan, Wisata Peternakan, Bioteknologi Peternakan dan Reproduksi Ternak, Nutrigenomik dan Pendidikan Profesi Peternakan.
Rp 65.000 
Detail
Merchandise
Kalender meja / Kalender duduk
Spesifikasi kalender ukuran a5 , bahan kertas Artcarton 260 grm 13 lembar cetakan 2 sisi berwarna , dudukan kalender memakai bahan artbot di lapisi linen hitam atau cetakan
Rp 35.000 
Detail
Sosial
Instrumen Memahami Desa
Buku ini memaparkan instrumen yang dianggap krusial untuk digunakan dalam memahami desa dengan tujuan akhir yaitu mampu menggali data yang nantinya dapat digunakan dalam mengevaluasi dan memberikan masukan untuk pembangunan desa yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya buku ini secara garis besar memberikan pemaparan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat dari implementasi instrumen yang kemudian selanjutnya buku ini juga memaparkan langkah teknis serta contoh pertanyaan yang dapat di implementasi di lapangan. Terakhir buku ini juga menyajikan contoh output dari masing-masing instrumen agar memudahkan pihak-pihak yang ingin mengimplementasikan instrumen ini. Secara garis besar buku ini menyajikan instrumen yang mampu mengidentifikasi empat hal, yaitu latar belakang dan kondisi eksisting desa, stakeholder yang mampu bekerja sama dengan masyarakat desa, potensi dan masalah yang dihadapi desa, serta penyusunan program untuk mengatasi masalah dalam upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.
Rp 45.000 
Detail
Kimia
Verifikasi Metode Pengujian udara Ambien & Emisi Mendukung Penerapan ISO IEC 17025:2017
Verifikasi Metode Pengujian udara Ambien & Emisi Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025:2017 adalah konfirmasi melalui pengujian dan pengadaan bukti yang objektif bahwa persyaratan dalam metode pengujian tersebut dipenuhi. Tujuan memverifikasi metode adalah untuk mengetahui sejauh mana penyimpangan yang tidak dapat dihindari dari suatu metode standar pada kondisi normal di mana seluruh elemen terkait telah dilaksanakan dengan baik dan benar. Buku ini dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan verifikasi metode pengujian. Perlu diketahui bahwa buku ini merupakan kelanjutan dari buku Verifikasi Metode Pengujian Air & Air Limbah – Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017.
Rp 175.000 
Detail
Sosial
Robohnya Asuransi Kami: Senjakala AJB Bumiputera 1912 - Jalan Terjal Menjaga Warisan Bangsa
Buku ini menunjukkan konsistensi dan perjuangan penulis menjaga warisan usaha bersama AJB Bumiputera 1912 sebagai asuransi mutual yang telah berumur lebih 100 tahun. Penulis membuka alternatif solusi lain mengembangkan asuransi ini melalui demutualisasi, tetapi tetap memberikan hak dan kedaulatan kepada anggota pemegang polis menentukan apa pun bentuk kelanjutan AJB Bumiputera 1912. Untuk melaksanakan amanat Pasal 33 UUD 1945, penulis tegas meminta pemerintah memperkuat bentuk asuransi dengan dasar hukum UU. Buku yang diperkaya dengan perbandingan bentuk asuransi mutual di berbagai negara dan perkembangannya memperkaya pengetahuan kita. Ternyata Bentuk usaha mutual terbukti tetap eksis dan memiliki daya tahan ketika krisis. Indonesia dengan norma konstitusi yang mengamanatkan pembangunan ekonomi yang berasaskan usaha bersama dan kekeluargaan seharusnya tetap menjaga bentuk asuransi mutual ini
Rp 104.500 
Detail
Alat Tulis
Id Card
Cetak ID Card menggunakan material kertas pvc berkualitas dengan mesin cetak digital print sehingga menjadi sebuah Kartu ID Card dengan ukuran dan ketebalan yang sama seperti Kartu ATM. Pencetakan id card bisa dilengkapi dengan data personalisasi seperti photo, barcode, nomer karyawan 11 – 100 pcs : Rp. 12.000/pcs 101 – 250 pcs : Rp. 10.000/pcs 251 – 500 pcs : Rp. 8.000/pcs  
Rp 7.000 
Detail
Sejarah
Malam Bencana 1965: Dalam Belitan Krisis Nasional Bagian 3
Presiden Sukarno, sang Ploklamator, mungkin sangat mencintai kekuasaan, tetapi bukanlah kekuasaan yang bisa meremukkan keutuhan Negara dan persatuan bangsa. Di saat kemungkinan itu dirasanya mengancam, ia pun menahan kepedihan betapa sistem politik dengan ideologi serba revolusioner yang dipeliharanya jatuh berantakan. Berbagai corak kontradiksi fundamental yang diperkenalkannya telah mengundang berbagai corak krisis yang menghantui kehidupan bangsa dan Negara. Ketika semuanya harus berakhir, Demokrasi Terpimpin yang didirikan dan dipimpinnya pun diejek sebagai “Orde Lama”. Penggantinya telah menampilkan diri sebagai “Orde Baru”. Maka sejara kehidupan bangsa dan kenegaraan pun memasuki zaman baru – zaman yang telah ditempa oleh berbagai corak krisis dan konflik, serta dibayangi oleh dendam yang tak mudah terlupakan. Dilandasi hasrat kembali ke idealisme bangsa dan landasan kenegaraan yang otentik, Orde Baru pun memulai karirnya dengan menampilkan diri sebagai representasi Pancasila dan UUD 1945 yang murni. Zaman yang diwarnai kehidupan serba revolusioner diakhiri, dan periode “pembangunan nasional” dan kesetiaan pada keharusan sistem demokrasi – meskipun secara prosedural saja – dimulai dengan penuh semangat. Ketika inilah pemikiran tentang kebijaksanaan sosial-ekonomi yang sempat terabaikan dihidupkan kembali, dan dunia sastra kembali mengarungi lautan imajinasi yang tanpa tepi. Akhirnya, biarlah renungan pada pengalaman aktual dari masa Orde Baru emberi arti dari kisah “berakhir” dan “bermulanya” rezim kekuasaan dalam dinamika kehidupan bangsa.
Rp 125.000 
Detail
Baca Buku