ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika

Bagikan:
  • Pustaka Obor Indonesia

Penulis

Rating

Harga

Dr. Mhd Halkis

5.0

Rp. 95.000

Upload Desain

Deskripsi

Bertitik tolak dari kritik Edmund Husserl terhadap dunia modern yang menekankan pada dunia yang objektif, serba formalistik, materialistic, dan mekanik sebagai penyebab kehancuran nilai kemanusian di zaman kita. Teknologi berhasil memanjakan kita akan tetapi kehidupan negara lahir dan ditata dari sebuah konstitusi yang tidak berpijak pada lebenswelt (dunia kehidupan) suatu bangsa maka negara tersebut akan jauh dari nilai nilai kemanusiaan. Hanya dua pilihan yaitu: kita akan jauh dari diri kita sendiri atau kita akan berjuang untuk kembali kepada esensi kemanusiaan itu sendiri.

Realitasnya dalam era informasi tidak ada dominasi kekuasaan baik partai politik maupun kroni-kroninya,  apalagi personal yang dapat mendominasi negara secara utuh, kekuasaan terbagi dan tersebar di mana-mana. Tidak ada format dialektika yang dapat merajut kehendak sejarah. Kritik terhadap ideologi dan berita hoax banyak membingungkan, namun Pancasila tetap tegak.

Refleksi Pancasila saat ini bukan terbatas apa yang dikatakan Bung Karno sebagai pandangan hidup dan dasar negara, bukan saja alat negara yang dijelaskan Pak Harto ataupun sumber dari segala sumber hukum sebagaimana dikatakan Mr. Soepomo, namun Pancasila adalah dunia kehidupan (lebenswelt). Pancasila adalah local wisdom (kearifan lokal) bangsa Indonesia sekaligus living law (hukum yang hidup dimasyarakat).

Buku ‘Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika’ ini melakukan pemetaan ideologi bangsa Indonesia. Interpretasi Pancasila dalam suatu waktu mungkin dapat dimonopoli,  dijadikan alat untuk kekuasaan melalui indoktrinasi. Lembaga pendidikan dan kebudayaan diprogram memproduksi nilai-nilai. Dalam kenyataan kekuasaan dapat runtuh dan berganti, namun Pancasila tetap eksis, tak tergantikan. Pancasila selalu menuntun dan menata kekuasaan di bumi pertiwi ini

img-

Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika

  • Pustaka Obor Indonesia
  • Rp. 95.000
Bagikan:

Deskripsi

Bertitik tolak dari kritik Edmund Husserl terhadap dunia modern yang menekankan pada dunia yang objektif, serba formalistik, materialistic, dan mekanik sebagai penyebab kehancuran nilai kemanusian di zaman kita. Teknologi berhasil memanjakan kita akan tetapi kehidupan negara lahir dan ditata dari sebuah konstitusi yang tidak berpijak pada lebenswelt (dunia kehidupan) suatu bangsa maka negara tersebut akan jauh dari nilai nilai kemanusiaan. Hanya dua pilihan yaitu: kita akan jauh dari diri kita sendiri atau kita akan berjuang untuk kembali kepada esensi kemanusiaan itu sendiri.

Realitasnya dalam era informasi tidak ada dominasi kekuasaan baik partai politik maupun kroni-kroninya,  apalagi personal yang dapat mendominasi negara secara utuh, kekuasaan terbagi dan tersebar di mana-mana. Tidak ada format dialektika yang dapat merajut kehendak sejarah. Kritik terhadap ideologi dan berita hoax banyak membingungkan, namun Pancasila tetap tegak.

Refleksi Pancasila saat ini bukan terbatas apa yang dikatakan Bung Karno sebagai pandangan hidup dan dasar negara, bukan saja alat negara yang dijelaskan Pak Harto ataupun sumber dari segala sumber hukum sebagaimana dikatakan Mr. Soepomo, namun Pancasila adalah dunia kehidupan (lebenswelt). Pancasila adalah local wisdom (kearifan lokal) bangsa Indonesia sekaligus living law (hukum yang hidup dimasyarakat).

Buku ‘Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika’ ini melakukan pemetaan ideologi bangsa Indonesia. Interpretasi Pancasila dalam suatu waktu mungkin dapat dimonopoli,  dijadikan alat untuk kekuasaan melalui indoktrinasi. Lembaga pendidikan dan kebudayaan diprogram memproduksi nilai-nilai. Dalam kenyataan kekuasaan dapat runtuh dan berganti, namun Pancasila tetap eksis, tak tergantikan. Pancasila selalu menuntun dan menata kekuasaan di bumi pertiwi ini

Produk terkait
Aku "Tiada" Aku Niscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen
Aku "Tiada" Aku Niscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen
Rp. 250.000
Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika
Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika
Rp. 95.000
Dinamika Konsolidasi Demokrasi; Dari Ide Pembaharuan Sistem Politik hingga ke Praktik Pemerintahan Demokratis
Dinamika Konsolidasi Demokrasi; Dari Ide Pembaharuan Sistem Politik hingga ke Praktik Pemerintahan Demokratis
Rp. 90.000
Transformasi Politik dan Hukum di Indonesia: Nagari dari Kolonisasi hingga Desentralisasi
Transformasi Politik dan Hukum di Indonesia: Nagari dari Kolonisasi hingga Desentralisasi
Rp. 195.000
Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba
Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba
Rp. 110.000
Etnisitas Dan Agama Sebagai Isu Politik
Etnisitas Dan Agama Sebagai Isu Politik
Rp. 60.000
Hak Asasi Manusia di Dunia Yang Berubah
Hak Asasi Manusia di Dunia Yang Berubah
Rp. 55.000
Etnis Cina Indonesia dalam Politik
Etnis Cina Indonesia dalam Politik
Rp. 120.000