ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Anak Kolong di Kaki Gunung Slamet: Novel Memoar Anak Pak Kompi di Asrama-asrama Tentara Brigade Infanteri IV-Kodam IV Diponegoro

Bagikan:
  • Pustaka Obor Indonesia

Penulis

Rating

Harga

Yan Lubis

5.0

Rp. 160.000

Kategori

Upload Desain

Deskripsi

Ini memoar  seorang  anak  kolong  (tentara)  remaja bersama  keluarganya: Ayah yang  jarang di rumah; Ibu yang tabah; dan Eyang (nenek) yang eksentrik-- penggemar sastra Jawa klasik. Tokoh aku menuturkan  kejadian-kejadian riang, lucu, tegang, dan pilu selama tinggal di asrama-asrama tentara di kaki Gunung Slamet dalam rentang tahun 1960-1970. Pada masa itu, tentara sibuk terlibat pada Operasi Trikora, Dwikora, penumpasan PKI, dan PGRS/Paraku. Situasi ekonomi  mengimpit dan politik rumit selama masa transisi Orde Lama ke Orde Baru, memuncak pada tragedi 30 September 1965.
Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu)  tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius.  Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh  unik:   Yitno-pemimpin  golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung  tengkek yang  aneh seperti  pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.

img-

Anak Kolong di Kaki Gunung Slamet: Novel Memoar Anak Pak Kompi di Asrama-asrama Tentara Brigade Infanteri IV-Kodam IV Diponegoro

  • Pustaka Obor Indonesia
  • Rp. 160.000
Bagikan:

Deskripsi

Ini memoar  seorang  anak  kolong  (tentara)  remaja bersama  keluarganya: Ayah yang  jarang di rumah; Ibu yang tabah; dan Eyang (nenek) yang eksentrik-- penggemar sastra Jawa klasik. Tokoh aku menuturkan  kejadian-kejadian riang, lucu, tegang, dan pilu selama tinggal di asrama-asrama tentara di kaki Gunung Slamet dalam rentang tahun 1960-1970. Pada masa itu, tentara sibuk terlibat pada Operasi Trikora, Dwikora, penumpasan PKI, dan PGRS/Paraku. Situasi ekonomi  mengimpit dan politik rumit selama masa transisi Orde Lama ke Orde Baru, memuncak pada tragedi 30 September 1965.
Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu)  tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius.  Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh  unik:   Yitno-pemimpin  golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung  tengkek yang  aneh seperti  pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.

Produk terkait
Catatan B.M. Diah: Peran “Pivotal” Pemuda Seputar Lahirnya Proklamasi 17-8-’45
Catatan B.M. Diah: Peran “Pivotal” Pemuda Seputar Lahirnya Proklamasi 17-8-’45
Rp. 100.000
Bung: Memoar tentang Mahbub Djunaidi
Bung: Memoar tentang Mahbub Djunaidi
Rp. 75.000
JEJAK KUDETA (1997-2005)
JEJAK KUDETA (1997-2005)
Rp. 120.000
Anak Kolong di Kaki Gunung Slamet: Novel Memoar Anak Pak Kompi di Asrama-asrama Tentara Brigade Infanteri IV-Kodam IV Diponegoro
Anak Kolong di Kaki Gunung Slamet: Novel Memoar Anak Pak Kompi di Asrama-asrama Tentara Brigade Infanteri IV-Kodam IV Diponegoro
Rp. 160.000